Sensasi Genus Durabaculum M.A.Clem. & D.L.Jones (1): Genus Revisi dari Dendrobium Seksi Spatulata

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dendrobium merupakan salah satu genus terbesar. Entah posisi ke berapa. Mungkin kedua atau ketiga setelah Bulbophyllum.

Saking banyaknya spesies genus Dendrobium yang berbeda-beda akan ciri, morfologi dan karakter, agar lebih gampang dipelajari dan diamati, para ahli taksonomi membagi-baginya dalam beberapa seksi. Ada puluhan seksi ya. Salah satu sekte adalah Spatulata yang membersnya lebih dari 50 spesies! Ada juga yang menyebutkan sekitar 50 species (AOS), atau 57 (iNaturalist/Wikipedia).

Nah seksi ini banyak spesiesnya yang direvisi oleh Mark A. Clements & David L. Jones, mentransfernya ke dalam genus (baru) Durabaculum. Dipublikasikan pada jurnal Orchadian 13: 487 (2002). Tentang nomor publikasi ini ada perbedaan. Ada yang menuliskan Orchadian 13: 492 (2002); Orchadian 13(11): 487 (2002); dan Orchadian 13(11): 489 (2002).

Entah mana yang benar? Tentunya yang berlangganan jurnal tersebut bisa menjawabnya.

Tetapi pertanyaan yang terpenting adalah apa alasan M.A.Clem. & D.L.Jones merevisi seksi Spatulata? Entah juga. Hanya keduanya yang bisa menjawabnya. Kita hanya bisa melihatnya benang merah dari spesies-spesies yang berada di sana dengan melihat dan memahami arti dari derivasi Durabaculum itu sendiri.

Kata Durabaculum berasal dari bahasa Latin yang terdiri dari pecahan kata durus, yang artinya keras atau tangguh, dan baculus, artinya tongkat (atau tebu), mengacu pada pseudobulb yang keras dan mirip tongkat. Ya,kita tahu spesies-spesies dalam seksi Spatulata memang mempunyai bulb yang keras dan kuat seperti tongkat. Penilaian atau pendasaran kesamaan antar spesies dalam genus ini sungguh berbeda dengan penilaian (kelompok) anggrek yang selama ini kita kenal yakni mendasarkan pada kesamaan karakter lidah/lip/labellum.

Entah apa pun alasannya, publik anggrek sudah terlanjur lekat dengan seksi Spatulata. Perubahan terhadapnya akan sangat sulit diterima. Dan memang terbukti. Sejak dipublikasikan tahun 2002, genus ini tidak populer, kecuali pada kalangan tertentu.

Selain itu sulit menghubungkan benang merah antara genus ini dengan seksi Spatulata. Mengapa ada spesies dalam seksi ini yang dimasukkan ke dalam genus baru, tetapi ada pula yang tidak?

Atau kalau bukan persamaan, perbedaan signifikan apa yang ada di antara keduanya?

Alasan kuat apa yang mendasari kalau seksi Spatulata harus (perlu) menjadi genus baru?

Tetapi apapun itu, toh genus ini sudah terlanjur dipublikasikan dan tinggal publik anggrek bersedia menerimanya atau tidak.

Mengapa genus revisi ini tidak terpublikasi dengan baik? Karena sekelas Kew saja masih maju-mundur untuk memblow-up (menerima) genus ini. Bahkan beberapa spesies dalam genus Durabaculum ‘ditolak’ dengan diberikan catatan yang ‘halus’.

Ada 52 species yang direvisi pada saat itu, tahun 2002. Sebarannya ada di Philippines, Indonesia, New Guinea, Solomon Islands, Vanuatu, Fiji, Samoa, New Caledonia dan north-eastern Queensland.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya