Anggrek Larat vs Cooktown Orchid (5): Dendrobium phalaenopsis , Anggrek Larat atau Cooktown Orchid? (Tentang Bigibbum Complex Lageeee!!!)
اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Setelah era Dendrobium phalaenopsis yang berlangsung puluhan tahun, pada abad modern (abad 21) dikembalikan lagi namanya ke semula, Dendrobium bigibbum.Pelaku atau perevisi adalah Peter
B.Adams yang didukung Kew (memang Peter merupakan salah satu ahli taksonomi
dalam Kew Group).
Tetapi sebelum itu, kita mau cerita-cerita dikit gonjang-ganjing zaman Dendrobium phalaenopsis, hehe.
Dari sekian ribu spesies anggrek di dunia, tidak ada yang lebih memusingkan kasusnya selain Dendrobium phalaenopsis.
Satu nama tetapi membingungkan banyak pihak untuk tertuju atau merujuk pada plant yang mana. Apakah anggrek yang tumbuh di Kepulauan Tanimbar (termasyhur dengan nama Anggrek Larat) ataukah yang berada di Queensland (tersohor dengan sebutan Cooktown Orchid)?
Nah perbedaan pendapat dan perselisihan ini berlangsung berpuluh-puluh tahun lamanya.
Kelompok ahli anggrek dari Hawaii dan Indonesia, beranggapan Dendrobium phalaenopsis itu adalah yang berhabitat di Kepulauan Tanimbar. Tentu bukan tanpa alasan ya mengapa memakai nama ini karena nama Dendrobium phalaenopsis juga syah dipakai saat itu.
Sedangkan ahli anggrek Australia (didukung Kew Group) berpendapat bahwa Dendrobium phalaenopsis itu adalah anggrek yang dikenal dengan sebutan Cooktown Orchid. Tentu mereka juga punya alasan yang kuat untuk berpendapat seperti itu.
Akibat ‘perselisihan’ ini jadi kacau-balau antar 2 spesies yang seharusnya berbeda ini akhirnya malah jadi satu nama.
Tetapi ya begitulah manusia itu. Seringnya lupa dan yang diingatnya hanya yang telah nyantol di otak. Sulit untuk direvisi atau diralat. Ya seperti kasus nama Doritis. Semua anggrek yang mirip dengan Doritis ya semua disebut Doritis. Entah dianya spesies atau hibrid. Hantam saja semuanya pake nama itu wkwkw. Padahal nama Doritis ini sudah tutup buku lho alias g dipakai secara resmi di dunia taksonomi. Masa iya kita ngeyel tetap pake itu?
Tetapi ya begitulah penggemar anggrek Indonesia, tetap aja nama itu yang dipakai di grup-grup anggrek bahkan laman-laman Youtube dan blog-blog anggrek yang adminnya dari Indonesia. Suatu kesalahan yang telah mengakar-urat dan sulit untuk ‘diberantas’ wkwk.
Umumnya penggemar anggrek di Indonesia memang emoh dengan nama-nama Latin yang sulit untuk diucapkan dan diingat. ‘Keburukan’ ini didukung dengan kemalasan untuk menulis tag-name-nya. Wis komplet kelirunya.
Contoh nih, hayo siapa yang bisa mengingat nama (varian) schroederianum dalam sekejap? G gampang ingat bukan? Hehehe
Karena itu di Indonesia kesalahan dan kekeliruan itu telah menjadi suatu kebenaran. Repot jadinya! Celakanya saat berkomunikasi dengan penggemar anggrek dari luar negara, tetapi memakai nama yang salah itu. Jadilah kesalahan yang kian panjang. Puhhh!
Ok, tentang Dendrobium phalaenopsis sementara kita tutup dulu ya. Nanti,
insyaAllah akan tetap ada ulasan hibrid dari Dendrobium phalaenopsis . Yeah
walaupun nama resminya sekarang bukan itu, tetapi hingga sekarang masih banyak
yang memakai nama Dendrobium phalaenopsis dan mendaftarkan di RHS dengan
nama itu. Jadinya ya ambigu, Dendrobium phalaenopsis mana yang dimaksud
breeder atau pendaftar.
Komentar
Posting Komentar