Dendrobium Mantangai dan Kisah-kisah yang Menyertainya

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Foto: Jupriyanto blog

Salah satu anggrek jadul yang mengguncang dunia anggrek Indonesia  adalah Dendrobium Mantangai atau Anggrek Mantangai. Banyak cerita yang sulit dibuktikan tentang anggrek ini yang mengundang perdebatan dan perbedaan pendapat.

Sebelum spill, nama Mantangai diambil dari nama daerah Mantangai yang berada di wilayah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Berikut beberapa konon ceritanya (karena sulit dibuktikan secara sains).

Cerita 1

Pernah menjadi perdebatan pada salah satu grup anggrek Fb. Dari banyak komentar tidak ada satupun simpulan tentang BTS anggrek ini. Jadi masih termasuk anggrek yang misterius. Pada waktu itu penggemar anggrek golongan tua bersikukuh kalau anggrek merupakan spesies, tetapi golongan muda juga tak kalah keukeuh kalau anggrek ini merupakan hibrid karena tidak ada laporan apapun Kalimantan sebagai persebaran alami dari Dendrobium seksi Phalaenanthe.

Beberapa hal yang dibahas pada waktu itu juga ada ditulis di bawah ini.

Cerita 2

Ada beberapa duta Indonesia yang ikut serta dalam lomba dan pameran anggrek. Entah di negara mana, penulis lupa. Nah salah satu anggrek yang dibawa g dinyana g disangka menyabet juara pertama. Padahal saat didaftarkan tidak ada namanya. Nah salah satu anggota peserta Indonesia mengusulkan nama Mantangai karena anggrek ini dibawa dari sana.

Cerita 3

Ada yang mengatakan kalau anggrek Mantangai merupakan salah satu anggrek yang ditemukan di hutan Kalimantan Tengah. Pendapat ini dimentahkan para pecinta anggrek yang lebih muda atau yang datang di kemudian tahun karena beranggapan bahwa Dendrobium Mantangai adalah anggrek hibrid yang tidak mungkin ditemukan di alam liar kecuali natural hybrid. Dan sepanjang konon katanya, belum ada yang melabeli Dendrobium Mantangai sebagai anggrek natural hybrid.

Cerita 4

Dendrobium Mantangai banyak ditemukan di halaman rumah-rumah penduduk Mantangai, Kabupaten Muara Kapuas.

Cerita 5

Varietas lokalnya konon pernah ada satu pot bisa mencapai harga Rp 5.000.000,- suatu hal yang sangat fantastik dalam hal harga sebuah tanaman anggrek. Kini harga anggrek ini juga lumayan, di atas 100K.

Cerita 6

Belum ada satupun ahli taksonomi yang ‘berani’ mendeskripsikannya. Ya karena statusnya yang merupakan anggrek hibrid, sehingga sulit untuk dibuktikan keotentikannya.

Cerita 7

Ada yang berani mendaftarkannya ke RHS

Mungkin saja Dendrobium Mantangai merupakan silangan alami yang terjadi di rumah-rumah penduduk, bukan di hutan. Kemudian berkembang populasinya. Karena pada waktu itu pengarsipan atau pendataan tidaklah selengkap dibanding sekarang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya