Genus Dendrochilum (Arsip Part 1): Jumlah dan Skip Morfologi
اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه
Assalamu’alaikum warahmatullahi
wabarakatuh
Genus Dendrochilum memang telah digabung ke dalam genus Coelogyne dan ‘hanya’ menjadi seksi dalam genus ini, sehingga nama Dendrochilum tidak boleh digunakan lagi. Entah kalau nanti dikembalikan lagi ke dalam genus lagi. Tetapi yang jelas sekarang telah diekspor ke genus Coelogyne. Jadi, kita juga harus disiplin mengganti dan menggunakan nama Coelogyne terhadap Dendrochilum.
Seperti visi semula yang mana blog ini tetap akan menampilkan data-data atau informasi jadul karena bagaimanapun Dendrochilum pernah menghiasi jagad taksonomi dunia anggrek sebagai salah satu genus. Dan biasanya data lama itu bukan berarti g dipakai, karena sudah banyak terjadi ya, genus-genus lama yang semula menjadi sinonim direvisi dan direklasifikasi menjadi synonym of.
Jumlah pasti dari genus ini diperdebatkan. Dari perbedaan angka tersebut, terendah adalah 100 spp. Sedangkan tertinggi tidak sampai 300 spesies.
- IOSPE mendata 284 spesies.
- 120 spesies menurut Govaerts et al. WCSP (2021) yang dimuat di buku Orchids of Asia.
- World Checklist of Monocotyledons of Kew Botanical Gardens mendata sekitar 390 records. Tetapi itu bukan jumlah melulu Dendrochilum ya. Ada spesies-spesies di luar anggrek yang memiliki nama ephytet dendrocilum. Untuk jumlah pasti anggrek Dendrochilum yang dimuat pada link ini admin tidak tahu karena terlalu malas untuk melakukan cek-ricek hehe.
Kalau yang terdaftar pada artikel ini sejumlah 274 spesies yang diambilkan dari beberapa link dan kemudian dijadikan satu list. Jumlah ini tidak termasuk varian-variannya.
Mana yang benar? Semua benar lah wkwkwk.
Perbedaan angka tersebut dikarenakan adanya penemuan spesies baru, efek revisi/reklasifikasi. Juga sumber referensi yang diambil berbeda. Atau waktunya juga berbeda.
Dari ratusan itu, 67 spesies dinamakan (dideskripsikan) oleh Johannes Jacobus Smith, seorang botanist Belanda.
Morfologi
Kita skip ya karena hanya bahas secara informatif saja dan admin tidak punya satu pun anggrek Dendrochilum. Yang jelas merupakan anggrek simpodial dan berbau harum. Ukuran bunga kecil-kecil dengan banyak kuntum yang berderet rapi pada ibu tangkai bunga. Bukan termasuk anggrek yang populer di kalangan pecinta anggrek. Meski begitu konservasi ex-situ tetap harus ditempuh supaya tidak musnah, karena Indonesia juga mempunyai banyak spesies pada seksi ini. Apalagi Borneo (Kalimantan) dan Sumatra merupakan daerah pusat distribusinya.
Meskipun
Jawa (Timur) dan Kepulauan Sunda Kecil mempunyai sedikit spesies, tetap saja
akan menyumbang kekayaan yang besar bila dihitung secara keseluruhan (negara).
Komentar
Posting Komentar