Knop Anggrek Layu, Apa ya Sebabnya? - Part 1 Faktor Non Perawatan
اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Di antara teman-teman, ada yang jadi member di grup-grup anggrek, baik Fb, IG, dan lain-lain?
Nah pasti g asing ya dengan pertanyaan yang biasanya juga disertakan foto contoh/kasusnya, ‘knop anggrek saya ini kenapa layu?’. Jawabannya sejak dulu hingga kini tidak berubah ‘karena (dicium) lalat (bunga)’.
Padahal yang bertanya adalah orang yang berbeda, kebun berbeda, jenis anggrek yang berbeda pula, plus kondisi lingkungan yang berbeda dengan cara perawatan yang berbeda. Tetapi jawabannya sama. Siapapun itu yang bertanya, jawabannya pasti itu.
Ya g salah juga sih ya bila dijawab seperti itu, tetapi perlu diketahui bahwa knop layu g melulu disebabkan oleh lalat bunga. Banyak sih sebabnya. Tetapi yang pasti knop layu g bisa kita selamatkan selain memotong atau membuangnya supaya tidak berefek negatif terhadap tangkai bunga atau kuntum lainnya.
Kita memang g tahu pasti apa yang
menyebabkan knop anggrek kita menjadi layu. Kalau dikatakan terkena lalat
bunga, ya kita merasa g pernah juga melihat si lalat. Lalu sebenarnya apa ya
yang menyebabkan knop gagal berbunga?
Apa benar kalau knop layu karena hasil silaturahmi si lalat bunga?
Ternyata setelah search-search ya, layu pada knop tidak melulu karena lalat bunga.
Hmm apa aja itu?
Banyak sebab knop layu. Dari beberapa link, dikumpulkan jadi satu dari kumpulan beberapa penyebab yang ada di link-link. Ada yang benar-benar menjadi faktor knop layu, ada juga yang tidak terlalu berpengaruh. So, aya akan memberikan kebebasan kepada temans untuk menolak atau menerima dari sekian banyak penyebab.
Tentang keterangan dari tiap faktor, akan saya berikan narasi menurut versi gaya penulisan saya, bukan versi aslinya, tetapi tidak menghilangkan maksudnya. Ada juga beberapa faktor yang maksudnya sama tetapi dengan gaya narasi yang berbeda, admin jadikan satu saja.
Pada kondisi tertentu, knop layu sebelum mekar sebenarnya merupakan hal yang normal, maksudnya efek yang tidak bisa kita hindari karena suatu sebab, misalnya masih dalam masa adaptasi, pembungaan perdana yang umumnya memang cacat, akibat perjalanan, atau perpindahan habitat/media.
Di luar itu, knop layu menandakan anggrek kita sedang bermasalah yang disebabkan beberapa faktor seperti berikut.
Ok lets gooo!!!
Sebelumnya, admin akan membuat 3 batch faktor-faktor penyebab knop layu.
I. Faktor Non Perawatan
II. Faktor (Kesalahan) Perawatan
III. Kepekaan Terhadap Etilen
Ok, lets gooo!!!
I. Faktor Non Perawatan
Fluktuasi Suhu
Setiap anggrek mempunyai ketahanan terhadap perubahan suhu pada interval tertentu. Bila suhu terlalu tinggi atau terlalu rendah, atau perubahan suhu yang drastis bisa menyebabkan anggrek bermaalah. Salah satunya adalah kerontokan knop atau bunga terlalu dini.
Nah apabila suhu lingkungan tidak berada dalam kisaran yang dapat diterima anggrek, bisa menyebabkan anggrek bermasalah. Salah satunya adalah kerontokan knop atau bunga terlalu dini.
Cuaca Ekstrim
Panas kemudian hujan atau hujan kemudian panas dalam interval waktu yang singkat.
Tingkat Kelembaban
Secara umum anggrek membutuhkan kelembaban yang relatif tinggi. Patokan minimalnya adalah 60 persen. Boleh lebih tinggi atau rendah sedikit.
Kelembaban terlalu tinggi umumnya terjadi pada musim penghujan membuat kuncup menjadi lunak sebelum mekar. Walaupun begitu bukan berarti pada musim panas tidak ada masalah knop rontok karena kelembabannya yang terlalu rendah membuat knop mengering dan rontok sebelum mekar.
Serangan Hama/Penyakit
Sudah jelas dan g perlu penjelasan lagi.
Dekat dengan Sumber Panas
Mungkin temans baru tahu hal ini ya? Sama. Tetapi begitulah salah satu pakar anggrek berkomentar kalau tempat anggrek dekat dengan sumber panas, tanaman/knop bisa layu. Karena itu harus dijauhkan dari sumber panas.
Walaupun saya g begitu paham akan hal ini karena anggrek juga butuh sinar/cahaya bukan untuk fotosintesis, tetapi juga g ada salahnya menghindarkan sumber panas dari anggrek selama kebutuhan sinar/cahaya tercukupi. Ada dikatakan bahwa lampu jalan raya ternyata mengeluarkan gas yang dapat membuat akar mengecil dan merusak pertumbuhan.
Komentar
Posting Komentar