Sertifikat RHS Kok Beda-beda ya Formatnya?

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tema artikel kali ini retjeh. Super receh wkwk.

Awalnya sewaktu lihat-lihat arsip ada sertifikat dari para breeder Indonesia yang admin copy paste dari unggahan mereka. Ada mas Dedek, m. Ariek, P Eko, dan lain-lain.

Menariknya satu sama lainnya beda-beda formatnya.

Ada yang logonya besar, ada yang kecil. Warna juga ada yang beda.

Ada tipe font yang sama, ada juga yang beda, meski tahunnya sama.

Mengapa ya kok bisa begitu?

Ya, entahlah. Admin g tahu jawabannya.

Namun ada dugaan seperti ini:

Mungkin setiap berapa lembar gitu, terus ganti formatnya.

Adminastratornya berbeda, meski nama Registrarnya sama, Julian M.H. Shaw. Ini bisa dimungkinkan karena yang mendaftar banyak sekali dan harus dicek-ricek apakah nama yang akan didaftarkan mempunyai indukan yang sama dengan nama yang telah terlebih dulu ada pada arsip.

Breeder dikirimkan sertifikat kosong dan diisi sendiri. Ya semodel sekarang, piagam atau sertifikat dikirim kosong. Kalau memang seperti ini ya wajarlah banyak macam-macam ‘gaya’ tulisan dan penulisan disesuaikan dengan pengetahuan dari breeder.

Atau mungkin ada jawaban lain?

Silahkan amati gambar-gambar sertifikat RHS.

 











Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya