Aerides obyrneana Metusala, 2024

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

 

Penemuan spesies baru dari genus Aerides, yang umum dikenal dengan sebutan Anggrek Kuku Macan, dari Sulawesi. Spesies baru anggrek kuku macan ini, oleh Destario Metusala, diidentifikasi dan diberi nama taksa Aerides obyrneana yang dipublikasikan pada pada jurnal Edinburgh Journal of Botany, Mei 2024.

Diklaim sebagai Anggrek Kuku Macan tercantik oleh sang author.

“Memiliki sosok bunga atraktif dengan kombinasi warna yang langka di genusnya, yaitu sepal dan petalnya berwarna putih keunguan dengan bibir bunga berwarna kuning cerah kehijauan,” ujar Destario.

Ciri khas pembeda dengan Aerides lainnya adalah bentuk bibir bunganya yang bercuping tiga dengan cuping tengah berbentuk melebar seperti kipas yang terbelah membentuk empat ruang dengan tepi bergerigi.

 

Etimologi

  • Aerides di Indonesia terkenal dengan sebutan Anggrek Kuku Macan. Nama yang terinspirasi dari bagian dagu bunga yang berbentuk konus/kerucut, meliuk dan runcing, seperti (bentuk) kuku macan.
  • Kalau menurut bahasa aslinya, Yunani/Greek, ‘aerudaradan eidesmenyerupai, yang mengacu pada kebiasaan epifit mereka.Atau arti sederhananya tumbuhan udara atau epifit.
  • Nama obyrneana diambil dari nama mendiang Peter O’Byrne, ahli taksonomi dan pemerhati anggrek.

 

Similar Species

  • Aerides upcmae – endemik Filipina
  • Aerides houlletiana – kawasan Indochina

 

Kategori Konservasi

Kritis (Critically Endangered) IUCN Redlist (International Union for Conservation of Nature)

 

FYI

Sebelumnya, Indonesia sudah mempunyai plasma nutfah lima spesies Aerides yang telah terdata.

  • Aerides odorata - Sumatera, Jawa, Kalimantan, kepulauan Nusa Tenggara, Sulawesi
  • Aerides timorana - kepulauan Nusa Tenggara/LSI (endemik)
  • Aerides huttonii – Sulawesi (endemik)
  • Aerides inflexa – Sulawesi (endemik)
  • Aerides thibautiana – Sulawesi (endemik)

 

Semuanya terancam habitat dan populasinya, baik konversi alami, maupun ulah manusia dengan alihfungsi/pembukaan hutan.

 

Sumber: Blog Forums Majalah Hortus Archipelago

Foto: BRIN

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya