Kasus-Kasus Anoectochilus setaceus : 4) Penyebab Kasus

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Memang banyak ‘kasus’ yang melingkupi anggrek ini. Dengan banyaknya revisi dan reklasifikasi membuatnya sulit diidentifikasi baik secara de-jure maupun de-facto. Dan kasus-kasusnya pun sulit untuk diselesaikan. Banyak sebabnya kalau mau menyebutnya.

  • Revisi dan reklasifikasi jelas akan mempengaruhi status dari anggrek tersebut.
Awalnya Blume mengidentifikasi beberapa macam anggrek sebagai Anoectochilus setaceus. Pada kemudian waktu, para ahli taxonomi lain dan juga Blume sendiri merevisi dan mereklasifikasi beberapa macam anggrek tersebut serta memisahkannya sebagai spesies baru/lain. Sebutlah di antaranya ada Anoectochilus regalis Blume, Anoectochilus roxburghii (Wall.) Lindl. ex Wall., Anoectochilus lobbianus Planchon, dan Anoectochilus xanthophyllus Planchon. Dari daftar sinonim dapat kita ketahui bagaimana proses/kronologi revisi dan reklasifikasi itu terus berjalan.
  • Antar ahli tidak pernah sejalan dan searah.
Saat ini tidak ada subspesies atau varian signifikan dari Anoectochilus setaceus yang diketahui, tetapi dikatakan memiliki kerabat dekat, yakni Anoectochilus formosanusdari Taiwan yang memiliki ciri serupa seperti daun berwarna hijau beludru, meskipun bunganya berwarna kuning, bukan ungu. Karena kemiripannya dengan spp. lainnya, membuat prosentase kekeliruan menjadi sangat besar, bahkan di antara sesama genus Anoectochilus sekalipun. Inilah yang menjadi salah satu penyebab simpang-siurnya atau berkasusnya anggrek ini.
  • Adalah genus Anoectochilus berkerabat dekat dengan genus Goodyera yang juga termasuk dalam suku Cranichideae. Kedua genera ini terkadang membingungkan karena kemiripan penampilannya, walaupun keduanya dapat dibedakan berdasarkan berbagai karakteristik seperti struktur bunga dan mekanisme penyerbukan, tetapi untuk memahami perbedaan tersebut juga membutuhkan waktu dan pengamatan yang lama dan teliti.
  • Lambatnya proses publikasi dan ralat pada link-link anggrek.
Adanya laporan new record atau new spesies tidak serta-merta akan langsung ditindaklanjuti. Fakta bahwa suatu new record harus dipublikasi melalui media yang diakui menyebabkan lambatnya proses catatan pembaharuan.
  • dan lain-lain

Anoectochilus setaceus sudah merupakan contoh nyata sebagai ‘korban’ dari banyak revisi dan reklasifikasi. Bila kita ingin menggali lebih dalam tentang anggrek ini terdapat banyak kontradiksi antar link anggrek, penggemar, bahkan para ahli taksonomi sekalipun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya