Kasus-Kasus Anoectochilus setaceus : 6) Kasus Distribusi dan Perubahan Status Endemisitas

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kasus Ketiga, tentang Distribusi dan Perubahan Status Endemik/Non Endemik

Status Endemik

Awalnya Blume menyebut Anoectochilus setaceus sebagai anggrek endemik Jawa. Begitu juga J.B. Comber dengan bukunya ‘Orchids of Java’. Itu pun ada suatu sumber yang mengatakan tidak semua tempat di Jawa terdapat anggrek ini.  Blume mengatakan saat itu Anoectochilus setaceus berada di Gunung Salak, Gunung Gede dan Gunung Tangkuban Prahu.

 

Status Endemik Berubah

-Sekarang ini Kew setuju sebaran Anoectochilus setaceus juga ada di Sumatra. Entah sejak kapan perubahan ini, saya belum menemukan sumber informasinya.

- Unknown link menyatakan Anoectochilus setaceus merupakan anggrek budidaya yang berasal dari southern China dan Asia tropis. Tetapi juga jujur mengakui bahwa  klasifikasinya masih membingungkan karena telah disinonimkan dengan beberapa spesies lain yang mempunyai ciri bunga dan vegetatif yang sangat berbeda. Statemen ini semirip dengan beberapa pernyataan yang tersebar pada artikel berseri ini.

  • Link lain mengatakan Anoectochilus setaceus adalah anggrek langka dan unik yang berasal dari Southeast Asia, meliputi Thailand, Indonesia, Malaysia, dan the Philippines.
  • IOSPE mencatat sebaran anggrek ini mulai dari Yunnan China, Assam India, Bangladesh, eastern Himalayas, Nepal, western Himalayas, Sri Lanka, Myanmar, Thailand, Vietnam, Sumatra dan Jawa.
  • Wikipedia atau iNaturalist (?, saya lupa), mendata sebaran Anoectochilus setaceus meliputi China, Vietnam, Thailand, Indonesia, Myanmar, Bangladesh, Nepal, Bhutan, India, Sri Lanka
Perbedaan distribusi dan/atau ‘native to’ selain karena mungkin human error dalam pengidentifikasian, juga disebabkan karena pengaruh revisi dan reklasifikasi, adanya variety dan lain-lain. Contoh Anoectochilus setaceus var. inornatus yang terdistribusi mulai dari South China hingga Asia Tropis, tetapi kemudian setelah diadakan perevisian pada taksanya yang memberikan efek hilangnya sebagian besarnya distribusi yang hanya menyisakan Jawa dan Sumatra sebagai ‘native to’. Dan umumnya mayoritas link-link anggrek tidak/belum melakukan peng-update-an.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya