Mycaranthes Blume Genus atau Seksi? - Part 2 Perbedaan Morfologi Eria vs Mycaranthes

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Perbedaan (Pertelaan) Mycaranthes vs Eria

Kita tak memungkiri bahwa genus yang paling membingungkan dalam hal morfologi adalah Eria, karena kemiripannya bahkan bisa dikatakan keserupaannya dengan plant dari genus-genus lain, seperti Thelasis , Coelogyne, Bulbophyllum, Dendrobium, dan lain-lain. Karenanya, genus ini sulit diidentifikasi apabila belum berbunga.

Namun, kalau mau teliti, kita bisa amati jikalau Mycaranthes memang benar-benar berbeda dengan keumuman Eria. Apa saja perbedaan yang dapat kita lihat di antara keduanya?

Pseudopollen

Pendapat yang memisahkan Mycaranthes dari Eria karena adanya pseudopollen yang menjadi pembeda yang nyata dengan spesies Eria lainnya.

Apa itu pseudopollen?

Merupakan salah satu material yang terdapat dalam labellum Mycaranthes. Substansi seperti tepung yang berasal dari bulu-bulu (trikoma ataukah keel?) yang terdapat pada labellum/lip dan kaya akan protein dan kanji/starch.

Meski pseudopollen telah ditemukan jauh-jauh hari, namun kenyataannya pengetahuan akan pseudopollen ini tetaplah masih sedikit. Tentu saja bagi awam, metode ini tetap saja menyulitkan dan membingungkan.

 

Ciri-ciri Fisik

Secara jelas, Mycaranthes memiliki beberapa perbedaan fisik dengan Eria. Namun saya sendiri sangsi apakah daftar fisik perbedaan Mycaranthes dengan Eria berikut bermanfaat ataukah tidak, karena perbedaan dan/atau persamaan antar anggrek dianalisis dari struktur morfologi labellum. Tetapi setidaknya kita bisa mengambil satu langkah lebih maju bila untuk mampu membedakan fisik Mycaranthes dengan Eria bukan? Toh sudah kita ketahui secara arsip Mycaranthes memiliki pseudopollen, sedangkan Eria tidak.

  • Perbungaan umumnya terminal/aksial yang muncul di dekat ujung batang, tidak bercabang, seluruhnya ditutupi trikoma seperti rambut/bulu. Sementara tidak semua spesies Eria mempunyai trikoma yang lengkap atau trikomanya hampir tidak tampak.
  •  Tangkai bunga lebih dari satu. Sesuatu yang jarang dimiliki Eria.
  •  Jumlah kuntum sangat banyak menjadi pembeda, begitu juga tipe perbungaannya (spike). Rata-rata jumlah kuntum Eria lainnya sedikit dengan tipe perbungaan bervariasi.
  • Ukuran bunga kecil, mekar sempurna dengan labellum terbuka lebar-lebar (mangap, Jawa) atau melet (menjulurkan lidah, Jawa).Lips berlobus tiga.Eria umumnya memang berbunga kecil. 
  • Bentuk knop bunga menyerupai knop Vanda atau seperti kepala burung, sedangkan knop/kuncup bunga anggrek Eria lebih mirip Dendrobium yang mirip koma dengan variasinya.
  • Tidak terdapat lubang pada bulb dari bekas tangkai bunga yang telah gugur/rontok. Berbeda dengan Eria yang berlubang apabila tangkai bunga telah rontok.
  •  Tabung bunga/spur nyaris tidak ada.
  •  Daun menempel di sepanjang batangnya. Jumlah daun yang banyak seperti ini tidak dimiliki members Eria lainnya.
  • Percabangan akar Mycaranthes lebih banyak. Ukurannya juga kecil berbanding sosok plantnya yang relatif besar. Akar Eria bervariasi.
  • Ujung daun erose (terkoyak). Mayoritas Eria berujung daun lancip atau menyatu.
  • Pseudobulb mirip batang/tongkat, silindris dengan sosok tanaman mirip Vanda, begitu juga dengan daunnya, sehingga seringkali dijadikan buat menipu.

 

Admin sendiri lebih condong kepada pendapat Mycaranthes sebagai genus. Dengan begitu akan lebih mudah membedakannya, sehingga proses identifikasi menjadi jauh lebih gampang karena sosoknya saja sudah sangat berbeda dengan Eria kebanyakan.

Baik Eria maupun Mycaranthes termasuk anggrek yang terpinggirkan dan jarang dilirik oleh penggemar anggrek. Artinya tidak mempunyai nilai ekonomis, kecuali spesies tertentu yang sudah langka. Tetapi saya juga agak menyesal juga sih karena tidak berhasil merawatnya, hiks.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya