Peneliti Muda Indonesia, Destario Metusala dan Karyanya

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Deskriptor atau author Indonesia mungkin yang paling banyak karyanya adalah Destario Metusala. Jumlah anggrek yang diampunya sudah menembus angka 19 spesies. Jumlah yang tidak kecil untuk ukuran Indonesia, meskipun dibanding ahli takso dunia sangatlah jauh. Seenggaknya Destario telah berusaha lebih produktif dengan melakukan penelitian dan eksplorasi terhadap anggrek-anggrek spesies ‘sisa’ yang belum atau terlewati dari perhatian ahli takso dunia.

Apa saja anggrek yang sudah dideskripsi oleh Destario?

Sebelumnya kita flashback dulu yaaa….

Indonesia kaya akan plasma nutfah anggrek. Siapapun tak akan bisa membantahnya? Diperkirakan ada sekitar 5000 spesies. Kalau jumlah ini kuranglebih sesuai dengan realitanya, maka Indonesia menduduki posisi nomor satu sedunia, mengalahkan negara-negara Amerika Latin, seperti Brazil, Mexico, Ecuador, dan lain-lain.

Dengan pulau-pulau yang terpisah-pisah yang berada di dalam 3 garis flora-fauna, tingkat endemisitas dan keunikannya sangat tinggi karena itu banyak diburu para pecinta anggrek dunia.

Sayangnya, seperti juga permasalahan di negara-negara lain, utamanya negara berkembang, laju degradasi hutan akibat kegiatan pembukaan perkebunan dan pertambangan mengancam terhadap populasi dan kelestarian anggrek.

Dari 5 pulau terbesar di Indonesia, Kalimantan merupakan salah satu penyumbang daftar anggrek terbesar di Indonesia. Tercatat (diperkirakan?) 1.800 nama taksa berasal dari Kalimantan. Spesies-spesies dalam genus Phalaenopsis terpusat di sini.

Dengan hutan-belantaranya yang masih lebat, banyak spesies anggrek yang belum tereksplor. Menggembirakan dari tahun ke tahun ada saja anggrek yang ditemukan, dideskripsikan dan kemudian dipublikasikan. Yang lebih menggembirakan lagi authornya dari Indonesia. Wow!

Salah satu yang terus bergiat menemukan spesies-spesies baru adalah peneliti muda LIPI, Destario Metusala.

Berikut beberapa hasil karyanya, baik sendirian dan/atau bersama-sama dengan ahli taksonomi luar negeri, maupun dengan sesama ahli anggrek Indonesia.

  • Aerides obyrneana Metusala, Edinburgh Journal of Botany 2024 - Sulawesi
    Phalaenopsis kapuasensis Metusala & P.O’Byrne.
  • Dendrobium rubrostriatum Metusala, P.O'Byrne & J.J.Wood, Phytotaxa 443: 280 (2020)
  • Paphiopedilum barbatum (Lindl.) Pfitzer  var. acehense Metusala, var. nov.
  • Bulbophyllum  acehense Destario Metusala
  • Cleisocentron kinabaluense Metusala & J.J.Wood, 2012 – Gunung Kinabalu (Kalimantan)
  • Dendrobium dianae Metusala, P.O’Byrne & J.J. Wood, September Malesian Orchid Journal volume VI 2010 – Kalimantan
  • Dendrobium floresianum Metusala & P.O’Byrne, 2009 - Flores, Nusa Tenggara Timur
  • Dipodium brevilabium Metusala & P.O’Byrne, 2009 – Papua
  • Dendrobium flos-wanua Metusala, P.O'Byrne & J.J.Wood., September Malesian Orchid Journal volume VI 2010 – Kalimantan
  • Dendrobium kelamense Metusala, P.O’Byrne & J.J. Wood, 2010 – Kalimantan
  • Dendrobium mucrovaginatum Metusala & J.J. Wood, Juli 2012 – Kalimantan
  • Eulophia lagaligo Metusala, Phytotaxa  September 2019 - Sulawesi Selatan dan Pulau Timor
  • Dendrobium nagataksaka Metusala, Phytotaxa  September 2019 - Sulawesi Selatan dan Pulau Timor
  • Dipodium brevilabium Metusala & P.O’Byrne - Papua.
  • Gastrodia bambu Metusala, 2017

  • Malleola inflata Metusala & P.O'Byrne
  • Paphiopedilum bungebelangi Metusala 2017
  • Paphiopedilum lunatum Metusala 2017
  • Vanda frankieana Metusala & P.O’Byrne, 2012 – Kalimantan; Malesian Orchid Journal Volume 9 tahun 2012

Perkembangan taksonomi anggrek Indonesia diperkirakan lebih dari 5000 spesies. Entah apakah semuanya sudah dideskripsi dan dipublikasikan. PR buat kita semua.

Jenis-jenis baru yang hampir setiap tahun muncul dari belantara Kalimantan. Hal ini mengindikasikan bahwa belantara pedalaman Kalimantan masih menyimpan kekayaan hayati yang belum dikenal oleh khalayak ilmuan dunia.

Tentang Kalimantan ini, Destario mengakui bahwa Pulau Kalimantan menjadi salah satu kawasan yang menyimpan banyak misteri pengetahuan, terutama pengetahuan keanekaragaman hayati.

Karena kontribusinya yang besar terhadap eksplorasi anggrek spesies, namanya disematkan pada anggrek Vanda, Vanda metusalae P.O'Byrne & J.J.Verm., 2008.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya