Dendrobium Yaya Victoria, si Rajin Berbunga

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Mediocarcar, si Anggrek (dalam) Cangkang

 

 

 

Peduli Lingkungan dengan Say No

Buka-buka satu akun di Instagram, eh ada bahasan peduli lingkungan dengan cara tidak atau mengurangi pemakaian bahan-bahan kimia.

Ya, sebagai perawat anggrek kita kan mau g mau kasih nutrisi yang cukup, kemudian membungakannya dengan pupuk yang sesuai. Bila terkena hama dan penyakit ya harus diobati juga. Seringnya semua buatan pabrik. Nah ini yang menjadi masalah karena mayoritas berbahan kimia. Kecuali kalau kita belinya organik ya beda ceritanya.

Zat-zat kimia memang g bagus untuk tanah/lingkungan karena mikroba atau makhluk-makhluk kecil lain yang bermanfaat ikutan terdampak (mati). Akhirnya mata rantai kehidupan ada yang terputus. Akibatnya tanah/lingkungan bisa rusak yang nantinya juga akan berdampak pada anggrek-anggrek rawatan kita.

Duluuu admin idealis banget gitu ya. Apapun pupuknya harus ramah lingkungan yang berasal dari sampah atau buangan dapur. Atau bahan organik lain yang masih bagus (bukan sampah). Efeknya karena tidak tahu dosis, ya banyak anggrek yang menjadi korban ‘percobaan’.

 

 

Gombal sebagai Media Anggrek wkwwkw

 

 

 

Dendrobium Yaya Victoria, Rajin Berbunga

Di kebun, mungkin anggrek ini yang paling rajin berbunga. Soalnya anggrek lainnya tuh sering drop pasca berbunga. Sebenarnya anggrek DYV juga drop sih ya setelah berbunga, tetapi rupanya proses bangkitnya termasuk cepat. Apalagi pertumbuhannya juga cepat. Bukan dilihat dari plantnya yang pendek ya, tetapi rasionya.










 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya