Dendrobium Yulitta Monika Kristyn vs Dendrobium Pesona Lumajang
اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Seksi Phalaenanthe dari Genus Dendrobium, utamanya Bigibbum Complex umum dijadikan indukan untuk menghasilkan hibrid-hibrid round shape.
Mengapa? Ya karena pada waktu itu bunga bulat lebih disukai dan dianggap sebagai potongan/tipe yang sempurna. Semakin bulat maka semakin sempurna dan juga akan membawa dampak harga yang semakin mahal. Apalagi untuk standar kontes, tipe bulat memang telah dijadikan role model. Apapun genusnya.
Hingga saat ini Dendrobium round shape pun masih tetap favorit karena memang perawatannya jauh lebih mudah dengan masa mekar yang lama.
Nah kali ini yang kita bandingke adalah dua hibrid yang mempunyai induk yang sama, tetapi salah satu induk berbeda variannya. Apakah keduanya punya fenotipe (penampakan) yang sama?
Ok, kita ke poinnya.
Dendrobium Yulitta Monika Kristyn
Disilang dan didaftarkan oleh breeder Indonesia yang masih relatif baru tetapi sudah punya karya puluhan ID, Eko Y. Purwanto, 21/12/2021.
Hibrid ini induknya adalah Dendrobium Enobi Purple × Dendrobium bigibbum atau model persilangannya, hibrid x spesies.
Nah kalau hanya disebut Dendrobium bigibbum seperti ini tanpa dilengkapi dengan variannya, akan membingungkan kita ya.
Mari kita lihat gen apa saja yang ada pada hibrid ini dan berapa prosentase kandungan masing-masing. Dikenal dengan istilah Species Ancestors.
- Dendrobium bigibbum - 89.26%
- Dendrobium bigibbum var. superbum - 4.59%
- Dendrobium affine - 1.56%
- Dendrobium bigibbum var. schroederianum - 1.17%
- Dendrobium stratiotes - 0.98%
- Dendrobium canaliculatum - 0.78%
- Dendrobium taurinum - 0.78%
- Dendrobium lineale - 0.39%
- Dendrobium tokai - 0.29%
- Dendrobium discolor - 0.20%
Dendrobium Pesona Lumajang
Meski didaftarkan oleh E.P.Hendra, 2020, tetapi breedernya adalah Eko Yepe (Eko Yudi Purwanto) yang juga merupakan breeder hibrid di atas dengan induk yang ‘sama’.
Perbedaannya adalah Dendrobium Enobi Purple sebagai pollen parent, sedangkan Dendrobium bigibbum dengan varian superbum (Dendrobium phalaenopsis) dijadikan sebagai seed parent.
Species Ancestors
- Dendrobium bigibbum var. superbum - 54.59%
- Dendrobium bigibbum - 39.26%
- Dendrobium affine - 1.56%
- Dendrobium bigibbum var. schroederianum - 1.17%
- Dendrobium stratiotes - 0.98%
- Dendrobium taurinum - 0.78%
- Dendrobium canaliculatum - 0.78%
- Dendrobium lineale - 0.39%
- Dendrobium tokai - 0.29%
- Dendrobium discolor - 0.20%
Mari kita lihat perbandingan jumlah prosentase gen moyang (species ancestors):
|
Dendrobium Yulitta Monika Kristyn |
Dendrobium Pesona Lumajang |
||||
|
Bigibbum Complex - Seksi Phalaenante |
= 89,26 + 4,59 + 1,17% |
95,02% |
Bigibbum Complex - Seksi Phalaenante |
= 54,59 + 39,26 + 1,17% |
95,02% |
|
Seksi Spatulata |
= 0.98 + 0.78 + 0.78 + 0.39 + 0.29 + 0.20% |
3,42% |
Seksi Spatulata |
= 0.98 + 0.78 + 0.78 + 0.39 + 0.29 + 0.20% |
3,42% |
|
Dendrobium affine |
|
1.56% |
Dendrobium affine |
|
1,56% |
FYI:
Pada aturan hibrid, persilangan resiprokal (A x B dan B x A) nama hibridnya sama. Bila seorang breeder melakukan persilangan dengan induk yang sama, meskipun terbalik (B x A) tidak bisa melegalkan silangannya apabila sudah ada yang mendaftarkan hibrid A x B.
Pada kasus kedua hibrid ini, meskipun keduanya punya total gen yang sama (95,02%), tetapi kandungan prosentase gennya berbeda pada masing-masing gen Bigibbum Complex-nya karena variannya berbeda (pada tabel). Jadi meskipun beda tipis tidak bisa disebut persilangan resiprokal dan keduanya bisa didaftarkan dengan nama yang berbeda.
Kita lihat pada foto, g ada beda dalam bentuk bunganya. Keduanya round shape, hanya beda pada warna dan juga mungkin sais.
Komentar
Posting Komentar