A - Z tentang Phorophyte: Karakter Pohon Inang II
اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Pembahasan Karakter Pohon Inang, terbagi dua sesi/sheet ya. Sheet kedua tentang tajuk, diameter dan tinggi pohon, kulit pohon, dan zona lokasi.
Yuk kita spill!
Tajuk
Berhubungan dengan prosentase sinar matahari yang dibutuhkan anggrek, baik langsung maupun ternaung (dari sela-sela tajuk). Tetapi secara umum, pohon yang memiliki tajuk melebihi 50%, prosentase ditempel anggrek sangat kecil. Seperti Pisonia sp., Koordersiodendron pinnatum, Prainea sp., Artocarpus communis, Hernandia ovoegera yang memilik tajuk hingga 95%.
- Tajuk 80%: Hernandia ovoegera, Cananga odorata, Celtis sp., Koordersiodendron pinnatum, Teysmanniodendron bogorience, Pometia coriaceae, Inocarpus fogiverus, Alstonia scolaris, Aglaia sp., Myristica sp.,
- 90%: Sytzigium sp., Mauclea ortentalis
- 100%: Pometia coriaceae
- 85%: Prainea sp., Instia palembanica, Inocarpus fogiverus
Kelebatan dan keluasan tajuk yang besar dapat menjaga kelembaban, tetapi di sisi lain juga akan menghambat sinar matahari yang dibutuhkan anggrek. Anggrek yang memang membutuhkan sinar matahari dalam jumlah yang banyak, seperti Pomatocalpa latifolia, Rhynchostylis retusa, dan Cleisostoma subulata lebih memilih pohon inang dengan tajuk yang tidak begitu rapat, seperti Jati. Jati memang merupakan phorophyte favorit. Tapi Jati yang kita maksud di sini bukan yang berada dalam kawasan perkebunan (Jati) ya, tetapi pohon Jati yang berada dalam hutan heterogen yang memang tidak mengalami peremajaan (bisa berumur ratusan tahun).
Diameter dan Tinggi Pohon
Rata-rata diameter pohon yang melebihi 47,79 cm dengan tinggi 25,36 m tidak (jarang) terdapat anggrek, karena tajuk yang terlalu lebar akan menghalangi sinar matahari yang dibutuhkan. Misalnya dalam salah satu laporan eksplorasi diameter 49.39 dengan tinggi 25.94 m miskin anggrek. Hal ini disebabkan anggrek banyak tumbuh di dekat pesisir pantai yang memang pohon2nya lebih kecil dibanding pohon-pohon hutan, namun tinggi dan diameter ini sifatnya tidak mutlak, kembali lagi kepada faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi dan rendahnya anggrek pada satu pohon inang seperti yang telah disebutkan pada paragraf-paragraf sebelumnya.
Kulit Pohon Stabil
Pada pohon yang berkulit labil sedikit dijumpai anggrek epifit karena kulit pohon mudah mengalami pelapukan dan pengelupasan sehingga tidak mampu mempertahankan keberadaan anggrek epifit (Atmaja & Asri, 2015).
Kondisi substrat kulit pohon dengan kemiringan dan kekerasan kulit mempengaruhi terpenuhinya kebutuhan cahaya dan sirkulasi udara dari anggrek.
Zona/Lokasi
Zona atau lokasi yang paling banyak ditemukan anggrek epifit berada di tengah-tengah atau pertengahan ketinggian. Tidak terlalu rendah dan tidak pula terlalu tinggi.
Zona ini masih mendapatkan curahan sinar matahari tetapi tidak terlalu panah, juga terjaga kelembabannya yang tidak terlalu tinggi dan juga tidak terlalu rendah. Pas, tidak kurang dan juga tidak berlebih.
Semakin tinggi zona, anggrek epifit kian jarang dijumpai karena suhu menjadi lebih dingin, kelembaban tinggi bahkan bisa cenderung basah dengan sirkulasi udara semakin minimal/rendah. Kondisi yang tidak terlalu disukai oleh kebanyakan anggrek.
Semakin rendah zona (misalnya pinggir hutan), suhu udara kian tinggi, udara kian kering dan kelembaban kian rendah karena sirkulasi udara kian tinggi yang menyebabkan partikel air di udara cepat tersebar/menguap.
Komentar
Posting Komentar