Dendrobium Bantimurung, Hibrid Dendrobium lasianthera yang Agak Lain (1)

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum epribadeh!

Ada yang merasa aneh g sih dengan bentuk bunga Dendrobium Bantimurung ini? Memang agak laen sih menurutku.

Kan umumnya silangan spesies seksi Spatulata dengan seksi Phalaenanthe (spesi ataupun hibrid) menunjukkan pola bentuk bunga yang sama seperti bintang dan/atau ikal. Salah satu yang telah dibahas kemarin tentang persilangan Dendrobium discolor x seksi Phalaenanthe yang menunjukkan tipe bunga ikal dan tak ada satupun berbentuk bintang.

Tapi hibrid satu ini kok bisa berbeda ya? Formnya cenderung bulat. Memang g seperti bulat murni sih ya karena ujung petalnya sedikit lancip atau cenderung segitiga (boleh disebut seperti tombak). 

Coba kita amati tampilannya:

Kalau kita bahas dari sisi fenotipe sebenarnya juga g ada yang aneh dengan bunga Dendrobium Bantimurung. Yah seperti yang biasa kita lihat itu, g ada yang aneh bukan? Tetapi keanehan (atau keunikan?) akan muncul bila kita menelusuri sisi genotipenya, yakni percampuran kedua induk seksi Phalaenanthe (hibrid) x Spatulata spesies yang umumnya menghasilkan tipe bintang dan ikal. Sedangkan Dendrobium Bantimurung tidak seperti itu.

Sepertinya bentuk bulat Dendrobium Bantimurung ini menjadi satu-satunya yang ada di seluruh silangan seksi Spatulata. Artinya tidak terkhusus pada keturunan Dendrobium lasianthera saja, tetapi meluas pada seksi.

So, apa yang sebenarnya terjadi ya? Mengapa bisa beda?

Ya g tahu kok tanya saya hehehe. Apalagi juga g ada data atau informasi yang membahasnya.

Hanya saja kita bisanya memang cuman cek-ricek dari informasi yang telah ada dan kemudian menggabung-gabungkan semua informasi bagaikan menyusun puzzle. Entah kemudian hasilnya valid atau g, ya tetap g tahu haha. Yeah, siapa tahu kelak ada yang lebih jago untuk mengulasnya.

Yuk kita coba susun keping demi keping puzzle informasinya.

Dendrobium lasianthera

Spesies yang cakepnya bukan main ini mempunyai banyak form. Ada puluhan! Dulu seingat admin angkanya mencapai 28. Tetapi ternyata ada yang bilang telah sampai pada angka 43! Wow! Dan nampaknya kini juga telah hadir form-form kultivarnya. Wah!

So, bila ada kejanggalan atau kasus pada hibridnya akan sulit ditelusuri dan dibuktikan karena banyaknya form yang ada.

Memang Dendrobium lasianthera ini punya kandungan gen yang sangat istimewa (menurut admin ya).

Pertama, form (perpaduan warna) sangat banyak. Salah satu form yang terkenal mahal adalah Sepik Blue (nama sungai di Papua).

Apa arti dari banyaknya form ini?
Gen (warna) pada spesies ini istimewa mampu berkembang (apa ya istilahnya yang tepat?). Bolehlah disebut labil. Maksudnya gen warnanya tidak statis, bisa berubah atau berkembang sehingga menghasilkan (perpaduan) warna-warna yang baru. Entah hasil dari selfing, ataukah sibling. Memang ya tidak diketahui secara pasti (kan prosesnya terjadi di habitat liarnya), tetapi hasilnya bisa kita lihat sekarang dengan banyaknya form yang hampir mencapai 50 form itu. Bukankah ini membuktikan betapa istimewanya gen warna Dendrobium lasianthera
ini?

Kedua, gen Dendrobium lasianthera mampu membuat cantik atau tampil beda pada hibrid-hibrid mereka. Kalau dianalogikan, gennya ini berfungsi sebagai finishing yang membuat sesuatu tampilannya menjadi lebih WOW!!! Mayoritas keturunan hibrid spesies ini mirip lawan gennya. Saat Dendrobium lasianthera menjadi pollen, turunan hibrid biasanya mirip seed parent (gen lawan) tetapi tampilannya lebih cantik, berbeda, dan wow. Atau sebaliknya saat menjadi seed parent, keturunan hibridnya biasanya mirip pollen parent tetapi juga lebih berbeda, lebih cantik dan wow.

Hubungan atau relasinya dengan Dendrobium Bantimurung, tidak ada satupun keturunan Dendrobium lasianthera yang berbentuk bulat. Apakah bisa keunggulan gen ini membuat tampilan Dendrobium Bantimurung terlalu melenceng jauh? Entahlah, tetapi kita memang harus lebih dalam lagi menggali informasinya, siapa tahu ntar ada jawabannya.

Mari kita bandingkan Dendrobium Bantimurung dengan sesama hibrid dari Dendrobium lasianthera.

Hibrid Dendrobium lasianthera Form Bintang

Bunga bertipe bintang ini memang paling banyak dihasilkan.

Berikut daftarnya:

  • Dendrobium Dadaptulis, Endang Surachman 2021 - Dendrobium Enobi Purple × Dendrobium lasianthera dengan komposisi gen: Dendrobium lasianthera (50.00%) Dendrobium bigibbum (39.26%); dan Dendrobium bigibbum var. superbum (4.59%).
  • Dendrobium Chanel, Katsuura 1991 - Dendrobium Majestic × Dendrobium lasianthera. Gen yang berpengaruh adalah Dendrobium lasianthera (50.00%), Dendrobium pulchellum (25.00% section Holochrysa), Dendrobium bigibbum var. schroederianum (12.50%), dan Dendrobium stratiotes (12.50%).
  • Dendrobium Mactan Beach, R.Jamero 1994 - Dendrobium Kiyoshi Izumi × Dendrobium lasianthera. Prosentase kandungan gennya adalah Dendrobium lasianthera (50.00%), Dendrobium bigibbum var. superbum (14.06%), Dendrobium gouldii (12.50%).
  • Dendrobium Tegan's Pride, R.Skaines 2006 - Dendrobium bigibbum × Dendrobium lasianthera. Gen yang berkontribusi: Dendrobium bigibbum (50.00%) Dendrobium lasianthera (50.00%).
  • Dendrobium Brown Derby-lasianthera, 2019 - Dendrobium Brown Derby × Dendrobium lasianthera. Silangan yang tidak terdaftar/didaftarkan secara resmi, tetapi dimasukkan ke dalam daftar OrchidRoots yang mana sistem dari OrchidRoots mampu melacak kedua induknya apa, yakni Dendrobium lasianthera (50.00%), Dendrobium schulleri (25.00%), Dendrobium gouldii (12.50%) dan Dendrobium bigibbum var. superbum (12.50%).
  • Dendrobium HBO De Flamingo, Handoyo Budi 2025 - Dendrobium Shavin White × Dendrobium lasianthera.
  • Dendrobium Yola Beauty, Foresta Orch. 2022 - parents are Dendrobium lasianthera × Dendrobium williamsianum. Originatornya Abuflora.

Jumlah hibrid berbentuk bintang ada 7.

Kesamaan dari ketujuh hibrid bentuk bintang ini, petalnya memang langsing dengan ujung petal lancip/segitiga yang merupakan salah satu ciri khas dari percampuran Spatulata x Phalaenanthe, walaupun juga tidak selalu begitu pada beberapa kasus, tetapi semuanya menunjukkan pola yang sama, bentuk bunga seperti bintang sesaat setelah mekar dan terus bertahan sampai bunga layu. Pola ini tidak ada pada Dendrobium Bantimurung yang mana beberapa saat mekar hingga layu, kedua petal sudah berukuran besar/lebar.

 

Form Bentuk Ikal

Sebagai pembanding juga, silangan Dendrobium lasianthera × tipe bulat bentuk ikal tercatat ada:

  • Dendrobium Catherine Jane Tkatchenko, Neo Tuan Hong 2007 - Dendrobium Masako Taki × Dendrobium lasianthera. Komposisi gen: Dendrobium lasianthera (50.00%), Dendrobium bigibbum var. superbum (21.88%), Dendrobium lineale (12.50%)
  • Dendrobium Phan Wei Xin, S'pore Orchids 2009 - Dendrobium Burana Jade × Dendrobium lasianthera.
  • Dendrobium Wilhelm Stuber, Chevalier 1937 - Dendrobium lasianthera × Dendrobium phalaenopsis (syn Dendrobium bigibbum var. superbum) @50.00%
  • Dendrobium Alan Mann, G.H.Slade 1970 - Dendrobium Caesar × Dendrobium lasianthera. Anchestors Species: Dendrobium lasianthera (50.00%), Dendrobium bigibbum var. schroederianum (25.00%), Dendrobium stratiotes (25.00%)

Jumlah hibrid bentuk ikal ada 4.

Pada keempat persilangan atau turunan hibrid ini, gen keriting Dendrobium lasianthera memberikan perlawanan yang kuat terhadap gen bulat yang biasanya memang dominan, sehingga persilangan pada keempatnya muncul muncul bentuk ikal.

Tetapi bila dibandingkan mayoritas persilangan ini menghasilkan bentuk bintang. Artinya gen keriting tidak begitu kuat melawan gen bulat. Dari sini apakah bentuk bulat Dendrobium Bantimurung akibat gen keriting yang resesif? Entahlah. Bisa jadi begitu.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya