Dendrobium Bantimurung, Hibrid Dendrobium lasianthera yang Agak Lain (2)
اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه
Assalamu’alaikum epribadeh!
Crosscheck Sisi Fenotipe vs Genotipe
Agar lebih valid, mari kita spill kontribusi gen (Species Ancestors) Dendrobium Bantimurung berdasarkan hitungan-hitungan prosentase gen masing-masing moyang, yakni:
- Dendrobium lasianthera 50.00%
- Dendrobium bigibbum var. superbum 29.69%
- Dendrobium bigibbum var. schroederianum 8.59%
- Dendrobium bigibbum 6.64%
- Dendrobium discolor 3.52%
- Dendrobium taurinum 1.56%
Bisa kita lihat bukan kalau gen melintir Dendrobium lasianthera porsinya besar, separuh dari keseluruhan prosentase? Tetapi mengapa bisa Dendrobium Bantimurung berbentuk bulat?
Seperti yang telah disungguh para paragraf-paragraf sebelumnya, meskipun gen bulat itu kuat, seenggaknya Dendrobium Bantimurung tuh bentuknya harusnya seperti bintang bukan karena 50%nya adalah gen melintir?
Berdasarkan itung-itungan di atas kertas ini, bisa kita asumsikan bahwa bentuk Dendrobium Bantimurung suatu kekeliruan, walaupun ada pendapat dari salah satu penganggrek senior yang mengatakan salah satu tanda dari Dendrobium Bantimurung telah mendapat/tercampur gen Spatulata adalah ujung petal yang meruncing atau berbentuk segitiga. Tetapi pendapat ini memang perlu mendapat tanggapan lebih lanjut. Apalagi secara keseluruhan dari silangan, Dendrobium Bantimurung memang agak laen.
Mari kita lihat juga karakter fisik Dendrobium Bantimurung:
- Plant termasuk (atau bisa) besar/panjang
- Permukaan bulb kemerahan/keunguan dengan motif garis-garis warna ungu
- Kuntum bunga banyak (ada puluhan)
- Tangkai bunga melengkung (agak beda kalau untuk turunan Dendrobium lasianthera)
- Ukuran bunga masih termasuk besar untuk kelas interseksi. Apalagi petalnya juga tetap lebar ditambah lidahnya berbentuk skop yang tajam menjadikannya agak laen.
Nah, bila bentuk Dendrobium Bantimurung ini bukanlah suatu kekeliruan, alasan yang paling logis adalah sebagai berikut:
- Lupa ID induk/moyang, atau lemah arsip
-
Pengaruh (kimiawi) dari media kultur - tetapi ini sangat jarang terjadi (0,01%)
- Tipe bulat dianggap bentuk yang paling sempurna karena itu tetap dilepaskan. Dulu, para breeder masih follow aturan dengan ketat. Apa yang bagus dilepaslah (dijual atau dipamerkan), sedangkan yang tidak bagus dikeep bahkan ada yang dimusnahkan. Mungkin dalam benak Carl Bundt, form inilah yang terbaik dengan memperhatikan standar kesempurnaan yang telah ‘ditetapkan’.
Pembuktian dari Sisi Turunan Dendrobium Bantimurung
Awalnya ingin memperbanyak bukti melalui turunan dari Dendrobium Bantimurung. Sayangnya baru tercatat dua hibrid saja. Tetapi g masalah juga ya kalau kita pake sebagai bukti walau g terlalu kuat. Yah itung-itung untuk menambah kredit hehe. Juga promosiin karya anak negeri, ‘kebetulan’ keduanya silangan Indonesia. Satu ID pasti breedernya, sedangkan satu lagi g diketahui asal-usulnya tetapi ada yang berani mengklaim ID indukannya.
- Dendrobium Agustiyani, E.Y.Purwanto 2021 - Dendrobium Bantimurung × Dendrobium Kakela.
Hasil turunannya tipe bulat. Fix dah g ada debat. Hanya saja memang sudah melenceng jauh dari tipe bulat normal, terutama pada lidahnya.
- Dendrobium Mantangai, P.R.Sugiwan 2023 - Dendrobium Bantimurung × Dendrobium bigibbum.
Asal-usulnya gelap, tetapi seseorang (P.R. Sugiwan) telah mengklaim kedua induk adalah seperti yang disebutkan. Nama Dendrobium bigibbum ini juga gelap, varian mana yang dimaksud? Jadinya kan gelap + gelap ya jadinya gelap-gelapan seperti kondisi Indonesia terkini yang gelap, hehe.
Simpulan
Bagaimana pun kita hanya bisa cek-ricek secara kearsipan atau informasi doang, karena BTS yang sesungguhnya yang tahu ya breeder dan mungkin juga orang terkait pada masa itu. Apalagi juga tidak ada bahasan detail tentang anggrek ini.
Yeah, mungkin saja Carl Ludwig menyadari kejanggalan anggrek karyanya. Mungkin dirasa keunggulannya sangat banyak seperti mudah dirawat dan diperbanyak, rajin berbunga, bunga bisa kemruyuk plus awet pula, adaptif di segala tempat, maka beliau tetap melepasnya ke khalayak. Apalagi saat itu kan kearsipan g serapi sekarang atau semudah sekarang yang bisa didata melalui HP dan lain-lain.
Tetapi apapun itu, dengan segala kasusnya, anggrek Dendrobium Bantimurung itu ya yang kita kenal kini. Alhamdulillahnya, hanya satu form yang dilepas. Coba kalau lebih pasti akan mengundang kasus yang berlarut-larut.
Dendrobium Bantimurung, Carl Bundt 1966
Seed Parent
Dendrobium Clara Bundt (Dendrobium Ale Ale Kai x Dendrobium Pompadour)
Pollen Parent
Dendrobium lasianthera
FYI:
Bantimurung adalah nama suatu daerah/kota wilayah Sulawesi
Komentar
Posting Komentar