Kekayaan Anggrek Indonesia: Thrixspermum centipeda Lour. - Bagian 1
اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Anggrek ini punya sebutan yang lucu-lucu, disesuaikan dengan ciri-ciri bunganya.
- Anggrek Gergaji (Indonesia) – susunan mangkok bunga pada tangkai bunga mirip gergaji
- Anggrek Gurita (Indonesia) – bunganya mirip gurita dengan sepal-petal laksana tentakel dan lidah seakan kepala gurita
- Anggrek Bulu (Indonesia) – entah apa yang mendasari penyebutan ini karena link yang menulisnya tidak menyertakan alasannya. Mungkin berasal dari nama internasionalnya kali ya seperti Centipede Hairseed Orchid, atau Spider Hairseed Orchid. Tetapi penyebutan bulu di sini kurang lengkap bila rujukannya adalah nama Hairseed (Orchid)
- Anggrek Kelabang (Indonesia) – translet dari nama internasionalnya The Centipede Thrixspermum atau Centipede Orchid
- Four-hour Orchid – mekar hanya beberapa jam (sekitar 4 jam)
Thrixspermum
bukanlah genus populer dan memang tidak termasuk anggrek favorit, meski jumlah
spesiesnya mencapai ratusan, 198 spesies tepatnya menurut Kew. 140 spesies
menurut AOS (American Orchids Society). Padahal sebarannya juga luas, mulai
dari (wilayah) China hingga Western Pacific (Australia). Tetapi tetap tidak
bisa mengangkat anggrek ini menjadi populer.
Para hobiis anggrek tidak banyak yang kenal akan genus ini. Karena tidak populer, betapa susahnya dulu admin mencari identitasnya. Apalagi juga banyak yang mirip-mirip. Syusyahnyaaa!
Awal punya saat di stand tanaman hias melihat anggrek yang belum ada di kebun sama sekali. Kondisi plant g sehat, ada beberapa bagian busuk seperti daun, akar dan bulb bagian bawah/tua. Walau seperti itu tetap dibeli karena memang belum punya meski tidak ada IDnya sama sekali karena waktu itu masih semangat menyemarakkan gerakan Aku Cinta Anggrek Indonesia dan juga rasa ingin melestarikan anggrek Indonesia. Karena g tahu namanya, juga g bisa search bagaimana cara merawat anggrek ini. Nekat memang. Ya sudah, hanya meniatkan demi kebaikan saja, bismillah, tetap bawalah pulang ke rumah.
Perlu perjuangan keras untuk merawatnya karena berkali-kali terserang busuk. Sempat beberapa kali berbunga, namun lama-kelamaan g tertolong karena metong. Inna lillahi. Meski begitu tetap bersyukur karena diberi kesempatan untuk merawat dan mengarsipkan bunganya.
Bunga
Unik sih ya, baik bunga maupun tangkai bunganya.
Bentuk bunga seperti telah disebut di atas, seperti gurita dan semacam itulah.
Bentuk tangkai bunga seperti gergaji, kelabang/lipan (centipede) dan semacam itulah. Nah, kuntum bunga muncul bergantian dari semacam lubang (vas/pot) yang berbentuk seperti gergaji itu.
Rangsangan munculnya bunga dipengaruhi oleh turunnya hujan di malam hari (suhu dingin) namun suhu panas pada siangnya. Masa mekar hanya beberapa jam saja. G heran kalau dinamakan Four-hour Orchid ya.
| unik ya tangkai bunganya ada semacam vas/kantong kecil-kecil wadah munculnya kuntum |
Selain bentuk, yang unik adalah perubahan warnanya yang super cepat, ya karena kan mekar hanya beberapa jam saja. Mula-mula petal dan sepalnya berwarna putih gading, berangsur-angsur menjadi krem, kemudian kuning coklat pucat mengkilap saat layu.
Walaupun mekarnya singkat tetapi ditebus dengan periode berbunga yang tak mengenal musim.
Keunikan lainnya adalah labellum/lip/lidah-nya berkantong! Wow, pesaing anggrek selop Paphiopedilum ya hehe.
Motif labellum titik-titik dan noktah dengan sapuan warna merah atau pink kuat.
Katanya sudah termasuk langka dan terancam keberlangsungan hidupnya pada habitat alamiahnya. Sungguh ironis kalau demikian adanya, karena anggrek ini tersebar luas di beberapa negara. Memang degradasi hutan berjalan sangat cepat dibanding rescue dan resource-nya.
Bunganya wangi yaa.
Maaf g bisa bahas lebih lanjut karena sudah banyak yang lupa. Anggreknya udah wassalam. Jadi g bisa cek-ricek antara informasi dengan rilnya.
Komentar
Posting Komentar