(6) x Doritaenopsis Terkenal di Indonesia dan Kasusnya: Phalaenopsis Dyah Redita, A.Kolopaking, 01/01/1984

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Karya maestro Indonesia, Atmo Kolopaking, yang menyedihkan. Lho mengapa?

Ya karena penggemar anggrek Indonesia sering bilang (ingatnya) ya Doritis saja atau yang lebih tinggi pengetahuan anggreknya bilangnya Phalaenopsis Bonita. Lah?

Padahal Phalaenopsis Bonita karya orang luar, masa iya disamakan? Berarti g apresiasi dong dengan karya negeri sendiri. Apalagi beliau adalah salah satu master anggrek Indonesia dengan karya yang mencapi ribuan (ada yang bilang 10K).

Hybrid jadul karya sang maestro ini berasal dari indukan Phalaenopsis pulcherrima × Phalaenopsis Grand Condé ini memiliki komposisi gen:

  • Phalaenopsis pulcherrima (50.00% subgenus Parishianae section: Esmeralda)
  • Phalaenopsis sanderiana (25.00% subgenus Phalaenopsis section: Phalaenopsis)
  • Phalaenopsis schilleriana (25.00% subgenus Phalaenopsis section: Phalaenopsis)

Perhatikan baik-baik dan sandingkan karya sang maestro ini dengan Phalaenopsis Bonita yang kita punya atau bisa mengamati pada foto berikut. Beda kan?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya