(8) x Doritaenopsis Terkenal di Indonesia dan Kasusnya: Phalaenopsis Anna-Larati Soekardi, A.Kolopaking 1980 - Revisi Genus Berulangkali
اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Karya Atmo Kolopaking dari indukan Phalaenopsis pulcherrima × Phalaenopsis parishii. Komposisi gen masing-masing induk menyumbang 50%.
Kasus yang menarik dari hibrid ini adalah:
1833 – terbit genus Doritis Lindl. pada Gen. Sp. Orchid. Pl.: 178 (1833)
1865 – spesies Phalaenopsis parishii Rchb.f. dipublikasikan pada Bot. Zeitung (Berlin) 23: 146
1980 – Atmo Kolopaking mendaftarkan x Doritaenopsis (sesuai genus kedua induk) Anna-Larati Soekardi, ke RHS (the Royal Horticultural Society). Nama genus hibrid ini bertahan hingga tahun 2005.
2005 – Phalaenopsis parishii direvisi menjadi Doritis parishii (Rchb.f.) oleh T.Yukawa & K.Kita yang diterbitkan pada jurnal Acta Phytotax. Geobot. 56: 157 (2005). Oleh karenanya x Doritaenopsis Anna-Larati Soekardi harus berubah menjadi Doritis Anna-Larati Soekardi. Hingga tahun 2014.
2014 – revisi dan reklasifikasi genus Doritis menjadi Phalaenopsis. Itu artinya intergenus x Doritaenopsis sudah tidak ada dan berubah menjadi Phalaenopsis ‘hybrid’. Tetapi dalam kearsipan masih banyak link yang mempertahankan nama x Doritaenopsis sebagai nama genus. Mungkin maksudnya sebagai pengingat kalau Phalaenopsis Anna-Larati Soekardi sebelumnya pernah menjadi x Doritaenopsis Anna-Larati Soekardi. Dan juga hasil turunan dari Doritis x Phalaenopsis sangat berbeda bila dibandingkan turunan dari Phalaenopsis x Phalaenopsis.
| phals.net |
Komentar
Posting Komentar