Ciri Khas Dendrobium Indonesia Raya (1): Dianalisis dari Genotipenya
اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ada ratusan ribu anggrek Dendrobium hibrid di seluruh dunia. Tetapi di antara sekian banyak itu, hanya beberapa Dendrobium hibrid yang mempunyai ciri khas. Misalnya Dendrobium Black Spider, dan lain-lain. Tetapi artikel kali ini membahas hibrid yang memiliki karakter seperti itu, Dendrobium Indonesia Raya.
Anggrek Dendrobium Indonesia
Raya adalah hibrid yang entah sudah keberapa sekian turunan dari indukan, Dendrobium
Kim Bora × Dendrobium Wee Lian, yang juga merupakan anggrek hibrid
generasi ke-n.
Dendrobium Kim Bora sendiri merupakan generasi keempat atau kelima dari induk betina (seed parents). Biasanya semakin tinggi tingkat generasi, bunga hibrid yang dihasilkan akan kian beragam, baik warna maupun bentuk. Tetapi itu g berlaku pada Dendrobium Indonesia Raya. Padahal anggrek hibrid ini dihasilkan dari kombinasi 11 gen anggrek species yang merupakan moyangnya. Tepatnya intersection hybrid dari dua seksi Phalaenanthe dan Spatulata.
Apa sebabnya Dendrobium Indonesia Raya bisa mempunyai karakter tersendiri?
Jawabannya adalah:
Pertama, seleksi yang sangat ketat dari sekian banyak form yang dihasilkan secara botolan. Dipilih anggrek hibrid yang terbaik dari yang terbaik,sehingga form yang beredar sangat sedikit. Efeknya pecinta anggrek akan langsung tahu meski secara sekilas kalau anggrek yang dilihatnya adalah Dendrobium Indonesia Raya.
Kedua, diperbanyak dengan cara mericlone, sehingga anggrek Dendrobium Indonesia Raya yang beredar menjadi seragam (serupa).
Ketiga, penghormatan para breeder kepada penyilang aslinya,
Wirakusuma Silamurti, untuk melepas anggrek yang serupa saat melakukan remake Dendrobium Indonesia Raya. Ini adalah penilaian subyektif penulis ya, bisa diterima boleh juga diskip.
Memang ya, dari sekian banyak Dendrobium Indonesia Raya yang beredar di khalayak pecinta anggrek, ada ciri khas yang tak terbantahkan sehingga membuat tampilan Dendrobium Indonesia Raya itu unik dan khas. Asal tahu ciri khasnya, sekilas memandangnya pun kita akan langsung tahu kalau itu adalah anggrek Dendrobium Indonesia Raya.
Apa sih ciri khas dari karya maestro anggrek Indonesia, Wirakusuma Silamurti ini?
Untuk menjawabnya kita harus memakai dua dasar analisis ya, genotipe dan fenotipe.
Genotipe
Dendrobium Indonesia Raya merupakan perpaduan dua anggrek hibrid, Dendrobium Kim Bora × Dendrobium Wee Lian dengan prosentase gen tetua spesies sebagai berikut:
- Dendrobium nindii - 31.25%
- Dendrobium bigibbum var. superbum - 16.99%
- Dendrobium violaceoflavens - 12.50%
- Dendrobium discolor - 7.81%
- Dendrobium bigibbum var. schroederianum - 6.25%
- Dendrobium schulleri - 6.25%
- Dendrobium lasianthera - 6.25%
- Dendrobium lineale - 4.69%
- Dendrobium tokai - 3.32%
- Dendrobium stratiotes - 3.13%
- Dendrobium bigibbum - 1.56%
Total prosentase gen seksi Phalaenanthe adalah 16,99 + 6,25 + 1,56 = 24,80
Sedangkan total prosentase gen seksi Spatulata adalah 75,20%.
Artinya, kemungkinan atau kesempatan hibrid Dendrobium Indonesia Raya yang akan muncul berbentuk keriting sangat besar.
Tetapi apakah benar demikian? Karena perhitungan gen di atas kertas bisa melenceng atau tidak sama dengan kemunculan fenotipenya.
Namun meskipun demikian, munculnya Dendrobium Indonesia Raya dengan tipe round shape akan kecil prosentasenya, karena itu kemungkinan munculnya anggrek keriting lebih besar, setidaknya semi keriting dengan bentuk bukan seperti bintang (intermediate).
Mengapa menganalisis secara genotipe itu penting?
Karena dengan melihat komposisi gen akan memberikan kita
gambaran atau prediksi kira-kira bagaimana tampang (secara umum) dari Dendrobium Indonesia Raya. Jadi penilaian secara genotipe tidak akan jauh dari penilaian secara fenotipe.
Komentar
Posting Komentar