Ciri Khas Dendrobium Indonesia Raya (2): Dianalisis dari Fenotipenya

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Fenotipe

Umumnya tampilan fenotipe tidak terlalu jauh dari prediksi (secara genotipe). Memang g ada yang pasti antara itung-itungan di atas kertas (genotipe) dengan gambaran atau wujud fenotipe yang diperkirakan akan muncul. Misalnya secara genotipe kalau komposisi gennya begini-begini ntar pasti keluar fenotipenya begini-begini. G bisa seperti itu karena meskipun bisa digambarkan tetapi tidak bisa dipastikan 100% fenotipenya begini, tetapi gambaran fenotipe tetap tidak akan melenceng jauh dari perhitungan di atas kertas.Ini memang rahasia Allah (kata para breeder), tetapi kita berusaha melakukan pendekatan secara logika.

So, karena secara genotipe seksi Spatula menyumbang komposisi gen sangat besar (75%) dengan Dendrobium nindii sebagai gen spesies terbesar, maka secara fenotipe, Dendrobium Indonesia Raya juga g heran kalau mempunyai vibes Dendrobium nindii, mewarisi ciri khas dari Dendrobium nindii juga.

Apa saja itu?

Corak/Pola Bergaris (Stripe)

Dendrobium Indonesia Raya mempunyai corak stripe pada tepala, baik samar-samar atau terlihat jelas. Corak bergaris pada 3 helai sepal lebih jelas dibanding pada petalnya. Dendrobium nindii sendiri memang punya corak ini, meski juga tidak tampak jelas. Biasanya corak stripe yang terlihat jelas pada hibrid-hibrid yang bermoyangkan/berindukkan Dendrobium bifalce. Hanya saja corak stripe ini hanya muncul apabila dicrossing dengan Dendrobium seksi Phalaenanthe saja.

Beda dengan gen stripe Dendrobium nindii, yang mampu diwariskan pada keturunannya tidak hanya dicrossing dengan Dendrobium seksi Phalaenanthe saja, tetapi juga dengan sesama anggrek seksi Spatulata. Kita bisa melihat contohnya di OrchidRoots, corak bergaris muncul lebih dari 50% keturunannya.

Bahkan saat disilangkan dengan Dendrobium bigibbum yang mempunyai warna ungu super solid, ternyata pola bergaris ini masih mampu muncul. Wow!! Kita bisa ambil contoh Dendrobium Australia aka Dendrobium Davis Sander.


Lambe Turah atau Ndower wkwkw

Dendrobium nindii punya lips lebar dan besar. Dan ini juga diturunkan lho. Mayoritas juga keturunan punya ciri khas ini. Bahkan saat disilangkan dengan anggrek tipe round shape sekalipun, baik spesies maupun hibrid, yang punya lips sangat tegas bentuknya juga tetap lebih besar/lebar dibanding lidah anggrek tipe round shape itu sendiri.


Twist Tidak Menonjol

Persilangan interseksi antara Spatulata x Phalaenanthe memang menghasilkan hibrid dengan wujud melintir yang tidak mencolok. Umumnya hanya dua putaran paling banyak itu. Umumnya bahkan berbentuk bintang (intermediate).

Dendrobium Indonesia Raya sendiri hanya punya dua gulungan pada petalnya. Wajar juga. Bukankah Dendrobium nindii juga tidak begitu melintir?


Warna Ungu dan Turunannya

Dendrobium nindii mewarisi warna ungu  pada keturunannya hingga ke-n. Entah ungu kemerahan, atau ungu kebiruan  atau gradasi di antara dua warna itu, seperti lilac, lembayung, lavender, dan lain-lain.

Warna pada lidah lebih pekat, tajam, tua, dengan resolusi besar.

Kalau tentang warna bunganya, saat knop warnanya tuh pekat ya. Ungu pekat (boleh dibilang atau setara merah maroon). Kian lama seiring membesarnya volume knop yang kemudian mekar, warna masih tetap pekat, meskipun kalau dianalogikan resolusinya berkurang. Kian lama kepekatan juga akan terus berkurang karena memang warna sudah tidak diproduksi lagi, sedangkan umur anggrek kian bertambah (menjadi tua). Begitu juga volumenya.

 

https://www.snackvideo.com/@alok134597/video/5208000121895727424?lang=id

Orchids Confuse

Awalnya berpikir g akan ada kembaran atau Dendrobium Indonesia Raya KW. Ternyata ada juga. Dan susah dibedakan keduanya. Itulah Dendrobium Serene Chang.

Pada artikel ini kita skip dulu ya, masih susah memahaminya hehe.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya