Mengapa Tampilan Dendrobium Indonesia Raya Sangat Khas?

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Agar lebih memahami, sebelumnya kita amati dulu dengan cermat foto-foto Dendrobium Indonesia Raya di internet atau punya kita sendiri. Hmm, variatif bukan?

  • Ada yang warnanya ungu merah, merah tua, dan ungu.
  • Ada yang campuran warna putih-merah tua, putih-ungu, dan sebagainya. Plus warna-warna gradasinya.
  • Ada yang polosan, ada pula yang punya motif stripes (bergaris).
  • Dan lain-lain.

Banyak ya variasinya?

Tetapi nyadar nggak sih kalau bentuknya sama semua. G melenceng jauh-jauh. Maksudnya sekali lihat kita udah tahu semua adalah Dendrobium Indonesia Raya. Kok bisa ya bentuknya setipe seperti itu? Beda dengan kebanyakan hibrid lain yang punya nama sama, tetapi bentuknya beda-beda, sehingga membuat kita kebingunan.

Mengapa bisa seperti itu ya?

Yuks kita cari tahu jawabannya.

Seleksinya sangat ketat. Kita sudah mahfum kalau hibrida itu gennya sudah tercampur dari orang tua (dan moyangnya), jadi tampilannya lebih variatif. Tetapi pertanyaannya ‘mengapa Dendrobium Indonesia Raya terlihat seragam? Ya karena seleksinya sangat ketat. Breeder hanya melepas ke pasaran anggrek yang menurutnya terbaik. Bisa tercantik, terunik, atau paling berbeda dengan lainnya. Atau kalau tidak punya ciri khas, maka akan dipilih anggrek hibrid yang punya kelebihan lebih banyak dibanding form lainnya. Pak Wirakusuma sebagai breeder senior masih menganut paham seleksi ketat ini. Jadi yang dilepas memang benar-benar form yang terbaik.

Meriklon. Kita tahu bahwa Dendrobium Indonesia Raya karya p Wirakusuma yang asli sudah tidak ada atau sudah tertahan di tangan para pembelinya terdahulu. Walaupun katakanlah sudah susah mencari versi plant orinya, tetapi kita tahu tampilan bunga Dendrobium Indonesia Raya tuh memang mempesona dan memukau. Karena itu sangat disayangkan apabila tidak diperbanyak secara besar-besaran. Dan cara yang paling jitu untuk menjawab masalah ini adalah cara kloning.

Nah, apa yang kita lihat sekarang di pasaran adalah Dendrobium Indonesia Raya hasil kloning. Perbanyakan dengan mericlone memang bisa menghasilkan tampilan dan karakter bunga yang serupa/seragam.

Penghormatan kepada Karya P Wira

Apa maksudnya?

Begini, karena cantiknya plus terkenal, pastilah ada breeder yang membuat remake Dendrobium Indonesia Raya. Tentu saja indukan yang dipakai g akan bisa sama persis dengan indukan pilihan p Wira, meski IDnya sama. Bisa beda dalam karakter, form, atau beda plant. Nah bila indukan berbeda, keluarnya hibrid yang berbeda juga besar, tetapi lihatlah di pasaran yang namanya Dendrobium Indonesia Raya itu ya seperti itu bunganya.

Artinya, mungkin sebagai penghormatan kepada senior anggrek atau karena memang tampilan Dendrobium Indonesia Raya yang super-duper, para breeder menyeleksi remade-nya sesuai dengan karakter Dendrobium Indonesia Raya yang khas.

Insting pak Wira yang Super Kuat. Kita sudah tahu kedua induk adalah hibrid generasi ke-n, entah yang ke berapa. Itu artinya akan menghasilkan bentuk hibrida yang (lebih/sangat) variatif. Tetapi mungkin insting p Wira yang tajam kalau kelak keluarnya hibrid dari indukan hibrid ini akan semirip, atau g terlalu banyak variasi. Mungkin itu insting/prediksi beliau ya. Coba kalau dibalik indukannya, pollen parent jadi seed, hasilnya akan bisa berbeda. Tetapi p Wira tetap memilih crossing yang seperti kita kenal sekarang.

Hmm ini hanya dugaan penulis ya.

Atau bisa kita anggap begini: Nama besar Dendrobium Indonesia Raya sudah terlalu mengakar di kalangan pecinta anggrek Indonesia (dan global), sehingga form/varian yang berbeda akan dianggap bukan Dendrobium Indonesia Raya. Kalau breeder yang mendaur ulang keukeuh mengedarkan form yang sangat berbeda dengan yang kita kenal sekarang, g akan laku. Kecuali untuk para pecinta anggrek yang bener-bener paham atau kalangan kolektor.

Bentuk bunga serta kombinasi atau/dan variasi warna dari Dendrobium Indonesia Raya yang sudah kita kenal seperti sekarang ini sudah merupakan versi terbaik dan tercantik. Nah, adakah yang masih mampu melebihinya dari hasil remake? 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya