Dendrobium Canda Ria, Keturunannya Banyak Tapi Tampangnya Dia G Ada di Internet
اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Aneh! Keturunannya beredar dimana-mana.
Mari kita lihat beberapa di antaranya, ada:
- Dendrobium Canda Ria x Dendrobium Enobi
- Dendrobium Siane Sie x Dendrobium Canda Ria
- Dendrobium Canda Ria x Dendrobium Candy Stripe
- Dendrobium Bertachong x Dendrobium Canda Ria
- Dendrobium Bobby Mesina/Canda Ria x Dendrobium Sianne Sie
Eh lah kok si emaknya (ada juga sebagai si epak/pollen parent) g tahu dimana juntrungannya. Gimana tampangnya. Masa iya kita harus mengimajinasi dari turunan-turunannya itu. G mudah itu. Meskipun ya sudah ada standar dari hibridisasi. Misalnya warna ungu itu dominan. Bentuk sepal bulat juga dominan dan lain-lain. Tetapi tetap aja syusyeh kalau mengira-ira induknya seperti apa dari penampilan anak-anaknya. Apalagi saat dibolak-balik (maksudnya seed sebagai pollen atau sebaliknya pollen sebagai seed parents) itu hasilnya beda-beda.
Padahal ada cara yang lebih sederhana kan ya. Logikanya kalau ada turunannya, berarti ada breeder yang nyilangin juga dong ya. Artinya para breeder punya plant Dendrobium Canda Ria itu. Tetapiiii… walau sekedar foto induk (karena anaknya belum berbunga dan bibit botolan, seedling, remaja, dan lain-lainnya itulah yang dipamerkan untuk dijual), itu juga g ditampilkan lho foto contoh Dendrobium Canda Ria ini. Apa memang sesemisterius itu hingga g boleh semua pecinta anggrek tahu keberadaannya, bahkan sekedar wujud bunganya? Hmm entahlah. Padahal ini karya dari salah satu maestro anggrek Indonesia, setelah era p Wirakusuma dkk. Walaupun memang relatif baru (bukan jadulan), masa iya sih g ada yang mau mempublikasikannya? Apakah supaya eksklusif dan sulit dicari? Semoga dugaan atau persepsi ini keliru ya.
Tetapi alhamdulillah, temans g perlu khawatir. Ada jalan kalau kita usaha kan? Ternyata ada blog yang mengunggah wujud bunganya. Admin mendapatkannya sudah sejak lama, tetapi belum ada ide untuk menuliskannya. Dan kini kita coba menampilkan salah satu Dendrobium karya anak negeri ini.
Seperti gini nih wujudnya.
| foto: M. Alfian |
Dendrobium Canda Ria didaftarkan ke RHS (the Royal Horticultural Society) oleh D.G.Hort.Indonesia (Departemen Pertanian) tahun 2009 atas hasil karya Iwan Linuhung
Parents: Dendrobium Malee-Kanya × Dendrobium Bangsaen Busaba
Seed Grandparents: Dendrobium Amethyst x Dendrobium Louis Bleriot
Pollen Grandparents: Dendrobium Bangsaen Beauty x Dendrobium Busaba
Genetic Contribution
- Dendrobium bigibbum var. superbum (38.28% section Phalaenanthe)
- Dendrobium bigibbum var. schroederianum (24.22% section Phalaenanthe)
- Dendrobium bigibbum (16.41% section Phalaenanthe)
- Dendrobium discolor (11.72% section Spatulata)
- Dendrobium taurinum (9.38% section Spatulata)
Dari prosentase gen,
section Phalaenanthe memang dominan. Apalagi gen section Phalaenanthe
itu juga dominan baik pada warna ungu maupun bentuk bulatnya. Jadi bentuknya
memang g jauh-jauh dari catatan jumlah gen yang berpengaruh.
BTS Canda Ria
Arti dari nama canda ria, apa ya?
Arti umumnya adalah senda gurau dalam keceriaan/kegembiraan. Tetapi secara khusus bisa jadi bermakna nama acara di radio, tv, atau stasiun apapun itu yang kontennya adalah bincang-bincang dengan lucu. Yeah seperti itulah.
Mungkin nama hibrid ini terinspirasi atas program yang membawa kegembiraan seperti itu. Maknanya saat kita melihat anggreknya kita juga jadi gembira.
FYI: meskipun
keturunannya beredar di pasar-pasar online Indonesia, tetapi belum ada satupun
yang didaftarkan di RHS, sehingga OrchidRoots pun tidak menampilkannya.
Komentar
Posting Komentar