Dendrobium secundum (6): Potensi Kultivasi

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Nyaris tidak ada nilai ekonomisnya. Tetapi bagi pecinta sejatinya, ya g masalah juga untuk membeli dan merawatnya. Dan bagi temans yang tidak begitu suka, bisa diusahakan untuk membeli dalam ukuran kecil untuk ikut andil dalam melestarikan anggrek spesies secara ex-situ.

Potensi sebagai Anggrek Kultivar

Jarang dibudidayakan pada tingkat amatir/pecinta anggrek awam.

Di Indonesia meski ada yang menawarkan, pemasarannya juga g begitu bagus. Bunganya yang kecil menjadi alasan, sehingga penggemar anggrek g begitu tertarik. Hanya para kolektor dan pemerhati tumbuhan yang mau merawat mereka. Padahal kalau mau meluangkan sedikit waktu untuk mengamatinya, cantik lho bunganya. Warnanya aja menarik perhatian.

Yeah, kalau rasa suka g juga nyampai-nyampai di hati, setidaknya niatkan untuk ikut melestarikan anggrek secara konservasi ex-situ. Tempel aja di pohon (apa saja bisa) dan lupakan.

 

Hibrids

Awalnya g berpikir ada yang menyilangkannya. Tetapi saat melihat di OrchidRoots eh ada juga 3 hibrid turunannya.

 

Dendrobium Lee Chang Yi Miriam, 05/05/2015

Karya salah satu pekebun legendaris dari Thailand, Woon Leng Nursery yang didaftarkan oleh T.Khetphaiboon.

Primary hybrid ini induknya Dendrobium secundum (section: Pedilonum) × Dendrobium smillieae (section: Calyptrochilus).

Tampang hibridnya mirip banget dengan Dendrobium smillieae. Mungkin selain gen Dendrobium smillieae yang memang kuat, bukankah keduanya juga berada pada satu seksi sehingga kemiripan/kekerabatannya sangat tinggi?

 

Dendrobium Tirta Ayu Balitar

Karya anak negeri, Sunaryo (di media sosial lebih beken dengan nama Hadi Sunaryo) dengan originatornya E.P.Hendra di the Royal Horticultural Society (RHS), tanggal 26/01/2018.

Hibrid primer interseksi Dendrobium crocatum (section: Calcarifera) × Dendrobium secundum (section: Pedilonum)

 

Dendrobium secundum-lamellatum, 2021 (INT)

Tidak diketahui siapa originator dan registrantnya.

Seperti namanya, hibrid ini merupakan silangan dari Dendrobium secundum × Dendrobium lamellatum (section: Platycaulon).

FYI: nama hibrid ini hurufnya tidak dicetak miring ya meskipun memakai nama indukan (masih memakai nama Latin) karena tata aturan anggrek hibrid untuk nama grex tidak italic. Jadi udah benar menulisnya Dendrobium secundum-lamellatum, bukan Dendrobium secundum-lamellatum. Tetapi bisa jadi anggek ini merupakan hibrid alam, namun belum ada informasi pastinya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya