Dibuang Sayang: Bulb Gundul dan Bulb Bermasalah

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kami bukanlah pekebun besar.

Bukan juga perawat anggrek rumahan skala mahal, atau kolektor yang hobi mengoleksi anggrek apapun meski dengan harga selangit karena benar-benar ingin ikut andil dalam pelestarian anggrek.

Meskipun ikut serta melakukan konservasi ex-situ, tetapi anggrek di rumah kami bukanlah golongan anggrek-anggrek langka, sultan, ataupun anggrek-anggrek mahal. Bila pun ada anggrek berharga lumayan atau agak jarang di Indonesia, itu diperoleh karena ikutan kuis-kuisan. Kami memang tak menolak bila disebut kaum pemburu kuis hahaha.

Karena level rumahan dan juga jarang beli-beli anggrek, maka inginnya mereka juga dirawat dengan sepenuh hati dan teliti. Tetapi yeah namanya juga makhluk hidup kan ya, ada saja masalahnya, pun problematikanya. Kami jatuh bangun dalam mengenali karakter mereka. Dan mereka pun juga batuh bangun atas perawatan tangan kami yang terusan g cocok dengan selera mereka. Akibatnya banyak anggrek yang bermasalah. Entah busuk, gundul batang, atau pertumbuhan stagnan (kuntet). Meski seperti itu dan memang begitulah keadaan mereka di kebun kami, kami tetap sayang untuk membuang mereka. Kalau dipikir secara ekonomis, jelas merawat mereka yang bermasalah seperti itu akan membutuhkan dana yang tak sedikit untuk beli aneka sida dan semacamnya. Tetapi kami berpikir, mereka adalah tetap makhluk hidup yang jelas-jelas mempunyai nyawa di tubuh mereka. Maka selama nyawa itu belum terlepas dari badan mereka, kami tetap berusaha mempertahankan keberlangsungan hidup mereka. Upaya kami banyak juga yang berujung kegagalan. Tetapi kami berpendapat sudah melakukan yang terbaik menurut ukuran kami. Maka, apapun hasilnya mereka adalah ciptaan Allah, dan biarlah Allah yang menentukan atas diri mereka.

Berikut banyak bulb-bulb mini, gundul dan lain-lain jejak dari problem-problem yang mereka alami.

 



Kalau kondisinya belum seperti ini, maka upaya tetap g akan berhenti, walau juga sudah mencicil kerelaan, karena memang seperti itulah makhluk hidup. Ada yang sehat, berpenyakit, dan mati.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya