Serba-Serbi Dendrobium Indonesia Raya
اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
| lukisan by Karyono Apic Fb |
Sebenarnya admin masih ada ide untuk menulis tentang form-form unik dari Dendrobium Indonesia Raya. Seperti yang kita lihat di berbagai link, baik OrchidRoots maupun IG, Yt, dan toko-toko online, banyak form yang beredar, yang mana apabila kita lebih jeli sedikit akan kita jumpai beda-beda tipis satu sama lainnya. Tetapi karena pengetahuan penulis terbatas dan tidak mau ambil risiko atas klaim yang mungkin saja kelirunya sangat besar, maka tentang form-form unik kita skip dulu. InsyaAllah kalau ada bahan untuk tulisan, kita akan tampilkan kembali.
Salah satu contoh form yang menarik dari teman Fb, Rofif Allam.
Oh ya, info-info berikut mungkin sudah disinggung pada artikel-artikel sebelumnya. Sengaja ditampilkan ulang karena siapa tahu temans lagi malas aja nyari-nyari artikel lainnya, padahal dirasa infonya juga berharga hehe.
Cekidot!
- Kejadian unik, Dendrobium Indonesia Raya baru didaftarkan setahun kemudian setelah meraih juara lomba Anggrek Dendrobium Silangan Lokal tahun 2006, di Bandung. Tidak ada info apakah saat itu sudah bernama Dendrobium Indonesia Raya atau belum.
- Tahun 2008 Dendrobium Indonesia Raya ‘Ayah’ meraih predikat Anggrek Unggul Nasional 2008.
- Tahun 2010, salah satu hibrida Dendrobium Indonesia Raya memenangkan lomba silangan anggrek unggul nasional dan diperbanyak besar-besaran secara somaklonal baik di dalam negeri dan luar negeri (Thailand). Varian Dendrobium Indonesia Raya ini lumayan banyak dan dianggap sebagai salah satu hibrida sukses Indonesia yang ditanam secara komersil dan sebagian klon nya dibiarkan eksklusif, tidak diperbanyak secara massal.
- Di pasaran atau di kalangan pecinta anggrek Indonesia, Dendrobium Indonesia Raya seringkali disebut dengan singkatannya, Inaraya.
- Plant Dendrobium Indonesia Raya yang beredar kebanyakan jauh lebih pendek, sekitar 30 cm tingginya. Bandingkan dengan kedua induknya yang mencapai 1 – 1,5 m!
- Form ‘Ayah’ hanya satu-satunya di dunia. Apakah ada yang bisa membuat remake-nya? Entahlah. Ada memang menemukan foto yang semirip, tetapi tetap aja berbeda karena form indukan yang digunakan tentu tidak sama dengan indukan yang dipakai p Wirakusuma.
- Hingga kini, upaya perbanyakan atas hibrida ini memang menggembirakan karena terus dilakukan, baik secara remade maupun kloning. Pemasarannya juga stabil. Namun setidaknya para breeder juga mengiringi dengan idealisme, yakni membuat versi remake terhadap karya-karya para maestro yang sudah langka bahkan banyak di antaranya tidak diketahui keberadaannya supaya karya-karya klasik tersebut tidak hilang dari peredaran. Impian penulis juga ini hiks.
Komentar
Posting Komentar