Dendrobium capra J.J.Smith (3): Phorophyte & Coexist

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Phorophyte

Sejak puluhan tahun silam, anggrek ini hanya (dapat) ditemukan pada hutan/perkebunan Jati/forests of teak (Tectona grandis L.f., 1782) yang merupakan pohon induk (phorophyte) utamanya. Karakternya yang menggugurkan daun pada musim kemarau dan akan bersemi kembali pada permulaan musim penghujan, membuat anggrek mendapatkan sinar matahari secara langsung. Pada bulan-bulan seperti inilah Dendrobium capra melewati musim bunganya.

Kulit kayu Jati yang rata dan terdapat jaringan padat kering/tidak lembab disukai Dendrobium capra. Pada area terbuka seperti itu dengan suhu yang panas/tinggi membuat akar anggrek bebas tanpa tertutup media apapun, misalnya lumut atau alga. Karena itu pohon inang alternatif juga harus memiliki karakter yang serupa dengan Jati. Informasi terbaru, Dendrobium capra juga ditemukan menempel pada pohon Bungur (Bojonegoro), Jambu Air dan Mahoni (Gunung Kidul Yogjakarta). Artinya inang baru ini dianggap memiliki karaket yang sama dengan Jati. Atau pun apabila berbeda, itu artinya Anggrek Larat Hijau bisa sukses beradaptasi pada pohon inang yang termasuk new record.

Dari laporan Yulia dan Ruseani, 2008, setiap pohon inang Jati terdapat 3-5 individu  dengan perkiraan populasi maksimum per pohon inang antara 10-15 rumpun!


Coexist

Dari informasi salah satu blog, Anggrek Larat Hijau berkoloni dengan anggrek lain, seperti Anggrek Sikat Gigi Dendrobium secundum, Anggrek Asem/Anggrek Kuku Macan Aerides odorata, Luisia sp., dan Thrixspermum raciborskii. Mengindikasikan bahwa anggrek-anggrek tersebut juga hidup di dataran rendah yang panas, setidak-tidaknya mampu beradaptasi dengan suhu panas.

Di tempat lain, Dendrobium capra ada yang hidup berdampingan dengan sejenis Pakis dan Discidia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya