Dendrobium capra J.J.Smith (4): Kasus-kasus
اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Kasus 1
Benarkah ada yang mengatakan terdapat varian Dendrobium capra dari Jawa Tengah?
Jawabannya ada 2 karena ada 2 kasus yang tidak bersamaan waktunya.
Pertama, setelah dilakukan pengecekan ternyata bukan Dendrobium capra, tetapi Dendrobium calophyllum yang di datangkan dari Flores yang memiliki bunga mirip.
Kedua, Dendrobium capra yang baru-baru ini ditemukan di Gunung Kidul Yogjakarta memang benar-benar Dendrobium capra. Itu artinya Jawa Tengah memang pernah menjadi sentra persebaran Dendrobium capra sebelum menghilang dan kemudian ditemukan kembali pada tahun 2024 berdasar laporan masyarakat sekitar dan diteliti dan dilakukan upaya penyelamatannya oleh Tim PKM-RE D’Caprangers UGM.
Kasus 2
Mengapa dijuluki Anggrek Larat Hijau?
Hingga kini belum menemukan referensinya. Kalau hijau sudah pasti ya dari warna bunganya yang hijau kekuningan, warna yang termasuk jarang untuk ukuran anggrek spesies.
Lalu keriletan dengan nama Larat, apakah berasal dari pulau Larat (Maluku)? Tidak! Tidak ada satupun data yang menyebutkannya. Walaupun juga ada yang mengatakan Anggrek Dendrobium capra ada di LSI (Nusa Tenggara) tetapi hanya menyebut Bali dan Sumba.
Mirip dengan Anggrek Larat mungkin? Hmm jauh banget sih bedanya. Anak kecil pun tahu itu.
Jadi apa ya kok bisa disebut Anggrek Larat Hijau? No ide!
Kasus 3
Semua penyuka anggrek, bahkan ahli pun, sepakat kalau Dendrobium calophyllum memang mirip banget dengan Dendrobium capra. Tak sedikit yang kecele mengira keduanya sama. Atau setidaknya susah membedakan mana yang Dendrobium calophyllum dan mana yang Dendrobium capra, walaupun distribusi keduanya berjauhan, tetapi yang diamati tetap fisik bunganya yang memang mirip. Lagian kemiripan memang membicarakan bunganya, bukan yang lainnya.
Ternyata meski awalnya sama-sama berada dalam seksi Spatulata, tetapi saat M.A.Clem. & D.L.Jones merevisi dan kemudian M.A.Clem. melakukan revisi lagi tanpa melibatkan D.L.Jones, keduanya berada pada seksi yang berbeda. Dendrobium capra direklasifikasi dalam genus Cepobaculum dengan nama baru Cepobaculum capra (J.J.Sm.) M.A.Clem. & D.L.Jones (2002). Sedangkan Dendrobium calophyllum berada pada genus baru Durabaculum, lengkapnya Durabaculum calophyllum (Rchb.f.) M.A.Clem. & D.L.Jones 2002.
Terhadap revisi dan reklasifikasi ini memang tidak semua ahli bersepakat ya, seperti Kew yang tidak melakukan update pada lamannya, artinya tetap menyebut Dendrobium capra dan Dendrobium calophyllum.
Nah, temans tetap
diperbolehkan menyebut keduanya atau memilih salah satunya karena sama-sama
sudah diterbitkan dalam jurnal anggrek yang terpercaya.
Komentar
Posting Komentar