Dendrobium capra J.J.Smith (6): Penyebaran, Kelangkaan, dan Upaya Pelestarian


اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Penyebaran

Merupakan satu-satunya anggrek seksi Ceratobium/Spatulata endemik Jawa?

Mari kita flash back data.

Menurut infonya, pulau Jawa adalah wilayah habitat penting bagi 142 spesies endemik dari keluarga Orchidaceae, termasuk Dendrobium capra atau Anggrek Larat Hijau, yang terkonsentrasi di Jawa Timur.

Anggrek ini semula memang dianggap spesies endemik Jawa Timur (Cribb 1986, Lavarack et al. 2006, Yulia dan Ruseani 2008, Metusala et al. 2017, WCSP 2019). Namun, beberapa sumber menyebutkan anggrek ini juga dijumpai Kepulauan Sunda Kecil dalam distribusi spesies (Comber 1990, Baker dan Baker 1996, Wood 2006). Secara mengurucut yang disebut-sebut adalah Bali dan Sumba. Namun, terhadap pernyataan ini (Comber, Baker, dan Wood), tidak ada spesimen atau catatan pengamatan langsung yang ditemukan, dan keberadaannya juga masih belum pasti. Bahkan salah satu sumber mengakatan populasi Dendrobium capra di kawasan Taman Nasional Matalawa, Sumba, Nusa Tenggara Timur hanya ada 3 rumpun. Sedangkan di daerah Bali, admin belum menemukan satu informasipun tentang populasinya. Jadi bagaimana mungkin hanya terdapat 3 rumpun sedangkan tidak ada informasi apapun dari para penggemar anggrek mendapatkan Dendrobium capra dari Bali dan Sumba? Kalau dulunya memang ada apakah menjadi Lost Orchid di kedua daerah tersebut? Entahlah, tetapi yang pasti bahwa Kew tidak pernah update linknya terhadap status endemiksitas Dendrobium capra.

Jadi kesimpulannya:

Jawa, Jawa Timur – jelas ada.

Bali – tidak ada rincian lebih lanjut mengenai identifikasi atau kelimpahannya, atau dengan kata lain informasinya membingungkan atau tidak jelas

Sumba - Lesser Sunda Is. – kemungkinan mendatangkan dari Jawa

Jawa Timur yang merupakan sentra persebaran Dendrobium capra, tentang lokasi tepatnya juga ada perbedaan antara satu penelitian dengan penelitian lainnya. Tetapi yang pasti sekarang ini Dendrobium capra hanya ada di kawasan Perkebunan Jati Perhutani Bojonegoro yang mencakup dua kabupaten yakni Bojonegoro dan Madiun.

Kabar menggembirakan datang dari Jogyakarta yang mana pada salah satu perkebunan di daerah Gunung Kidul ditemukan Dendrobium capra dengan jumlah lebih dari 100 individu.

 

Foto de Capra's UGM

 

Kelangkaan

  • Spesies yang cukup langka dalam budidaya dan alaminya. Sudah tidak bisa lagi ditemukan di hutan-hutan heterogen, melainkan hanya di perkebunan Jati, meskipun sekarang juga ditemukan melekat pada pohon inang Mahoni, Jambu Air, dan Bungur. Tetapi tren populasinya terus menurun setiap tahunnya.
  • Saking langkanya, bayangkan KRIB (Kebun Raya Indrokilo Boyolali) hanya mengoleksi (konservasi ex-situ) satu plant saja.
  • Meskipun di Indonesia banyak beredar di kalangan penjual dan juga perawat anggrek, tetapi di luar negeri keberadaannya termasuk jarang/langka, sehingga harganya juga g main-main. Mungkin harga fantastis yang diraih salah satu pekebun di Jawa Tengah dibeli oleh perawat anggrek dari luar negeri dengan rumpun yang sudah gede plus bulb-bulb yang kokoh dan panjang dengan umur puluhan tahun.
  • Pada kawasan Hutan Matallawa Sumba disebutkan hanya ada 3 individu.
  • Masuk dalam daftar evaluasi IUCN Redlist (International Union for Conservation of Nature) kategori/status terancam punah hingga kritis (Critically Endangered) pada tahun 2022 dan sudah tidak ditemukan lagi di alamnya.
  • Dendrobium capra dilarang diperdagangkan, kecuali plant dari hasil kultur jaringan/botolan dan berada dalam list Appendix II – CITES yang artinya juga dilarang ke luar negara.

 

Upaya Pelestarian

Jangan lupa ikut andil dalam pelestarian Dendrobium capra

Bagaimana caranya?

  • Membeli bukan cabutan, tetapi hasil pisah rumpun atau keiki/tunas tanaman yang sudah rawatan
  • Membeli botolannya
  • Tidak mengambil anggrek sebelum peremajaan hutan jati. Kalau sudah dibabat pohon jatinya, ya terserah mau ngambil juga g masalah. Ambil semua? Ok aja.
  • Membantu perbanyakan populasi dengan menebar buah/seed pod pada hutan-hutan jati atau mengirimkan pada grup-grup pelestari anggrek Dendrobium capra
  • Konservari ex-situ

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya