Katanya tentang Dendrobium capra J.J.Smith (1)

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sebelumnya juga sudah pernah ditulis tentang Dendrobium capra, tetapi ada kekhawatiran tulisan sebelumnya belum lengkap, ada informasi tertinggal, atau ada informasi yang belum dipahami secara baik, jadi akan ditulis ulang kembali dengan bahasan dengan informasi lebih terkini.

Mengingatkan, Dendrobium capra dideskripsi oleh botanis Belanda, Johannes Jacobus Smith yang memasukkannya ke dalam section Spatulata (melintir) dan melabelinya (anggrek) endemik Jawa (Jawa Timur).

 


Katanya tentang Dendrobium capra

Informasi berikut bisa benar bisa juga belum benar (membutuhkan penelitian/analisis lebih lanjut). Mayoritas informasi memang sudah terbukti ya, tetapi bisa jadi di tempat temans kondisinya bisa berbeda. Anggap saja anggrek bersifat fleksibel hehe.

  • Perawakan/bulb tegap/tegak dan kaku dengan tinggi mencapai 40 cm yang mengecil pada bagian pangkal dan ujungnya, sedangkan bagian tengah bulb menggembung. Di alam, tinggi bisa mencapai 50 cm. Itupun mungkin sudah berusia puluhan tahun.
  • Daun kaku berdaging/tebal, hijau kusam, memanjang/lanset dengan ujung runcing dan bercuping dua. Daun hanya berada pada bagian atas batang, sekitar 3-5 helai dengan panjang 7,5-15 cm serta lebar antara 1,5-2 cm.
  • Info dari salah satu breeder, usia 3-4 tahun dengan panjang batang sekitar 7cm sudah bisa berbunga
  • Saat belajar berbunga (bunga perdana) 1 tangkai biasanya keluar 1-3 kuntum, tapi kalau sudah hidup normal dan lebih dari sebutan dewasa, 1 tangkai bisa sampai lebih dari 20 kuntum bunga.
  • Ukuran polen (serbuk sari) 0.5 x 1mm dengan mudah bisa masuk ke lubang stigma (putik) dengan ukuran 1,5mm. Pembantu penyerbukan biasanya lebah.
  • Apabila benang sari sudah tersangkut atau masuk ke lubang stigma, 5 hari kemudian keberhasilan penyerbukan akan terlihat. Petal dan sepal akan layu dan menutup. Tangkai kuntum tetap atau akan berwarna hijau. Ovarium berwarna hijau dan kian membengkak/membesar.
  • Diameter buah sekitar 1cm, panjang 2cm.
  • Hidup di dataran rendah yang panas. Tentang ketinggian terdapat perbedaan angka. Ada yang menyebut interval 50 - 80 mdpl, di bawah 400 m dpl. Dan katanya juga masih bisa beradaptasi pada 800/900 mdpl. Yulia dan Ruseani, 2008, bahkan menyebut elevational range c. 170-400 m asl. Itu artinya sudah termasuk dataran menengah! Apapun itu, ya kita buktikan saja sendiri apakah di kebun kita dengan ketinggian tertentu anggrek Dendrobium capra bisa berbunga atau tidak. Silahkan berkomentar ya, terima kasih.
  • Ada yang terjual dengan harga fantastis: Rp15J! Wow masyaAllah!

 

Etimologi

Dendrobium capra berasal dari bahasa Yunani, kombinasi dari kata benda “δένδρον (dendron) = pohon dan βίος (bios) = hidup/kehidupan, merujuk pada banyaknya species yang hidup di pohon, dan “capra” = kambing, berasal dari bahasa Latin yang mengacu pada bentuk petalnya (seperti tanduk kambing).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya