Vanda miniata Sudah G Masuk Anggrek Langka, Alhamdulillah

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Keputusan pemerintah untuk tidak (lagi) memasukkan Vanda miniata (Lindl.) L.M.Gardiner 2012 ke dalam daftar tumbuhan yang dilindungi tentu membawa angin segar bagi pemerhati anggrek di Indonesia. Itu artinya para pecinta anggrek di Indonesia bebas jualbeli, asalkan tidak dikirim ke luar negara (Appendix II).

Entah apa kriteria pemerintah, tetapi tentunya populasi anggrek vanda mini ini dianggap tidak lagi mengkhawatirkan. Padahal area distribusinya semakin menyempit hanya meliputi Jawa, Malaysia, Sumatra.

Ya memang kita sendiri g tahu seberapa besar sih populasinya. Tetapi bila dilihat dari grup-grup anggrek di Fb, penjual anggrek ini banyak yang dari Banyuwangi. Itu artinya ‘memang banyak’ ditemukan di hutan-hutan jati Banyuwangi. Karena diperoleh ‘liar’ atau bukan budidaya, harganya termasuk murah’meriah’.

Mungkin populasi yang menggembirakan ini efek dari perlindungan terhadap tumbuhan anggrek yang dituangkan dalam peraturan pemerintah. Tetapi meski begitu, kita tetap harus hati-hati dalam memperjualbelikannya. Hanya anggrek yang berasal dari perkebunan (jati, dan lain-lain) yang bisa diperjualbelikan. Selain itu, artinya anggrek yang berada di area hutan asli (heterogen) tidak diperbolehkan diambil, kecuali dalam situasi darurat.

Anggrek yang berada di kebun admin ini dibeli dari salah satu seller Banyuwangi. Dari 15 plants, tersisa separuhnya, hiks. Banyak yang bermasalah dan kemudian berujung metong. Berharap sisanya bisa tumbuh dan berkembang dengan bagus.

Pertengahan Januari 2026 ini, ada satu plant yang mekar. Sementara plants lain masih zonk. Semoga bisa menyusul. Aamiin!



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya