New Species: Dendrobium eruciforme Endemik Papua Barat Indonesia
اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sebelum-sebelumnya g
pernah tahu kalau Royal Botanic Gardens, Kew (RBG Kew), London selalu
mempublish setiap tahun ‘daftar 10 penemuan tanaman baru paling fenomenal’. Nah
pada tahun 2025, salah satu tumbuhan asli Indonesia, Anggrek Ulat atau
Dendrobium eruciforme asal Papua masuk dalam daftar ini. Terpilih sebagai top
ten dari 190 spesies baru yang dideskripsikan ilmuwan internasional sepanjang
tahun 2025. Artinya, kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia itu sebetulnya
luar biasa. Dan pada kenyataannya masih banyak yang sepenuhnya terungkap. Nah,
masihkah kita abai?
Karena dideskripsi tahun 2025, jadinya masih fresh from oven ya hehehe. Pada tahun itu ada 6 spesies baru di Indonesia yang ditemukan dan diumumkan.
Mari kita kenalan dikit dengan Anggrek Ulat.
Dendrobium eruciforme Schuit., Saputra & Wanma
Taxonomy
|
Family |
: |
Orchidaceae Juss. Genera Plantarum 64–65. (1789) |
|
Subfamily |
: |
Epidendroideae Kostel. Allgemeine Medizinisch-Pharmazeutische Flora 1: 233. (1831) |
|
Tribe |
: |
Dendrobieae Lindl. ex Endl. Gen. Pl., 190 (1837) |
|
Subtribe |
: |
Dendrobiinae Lindl. Ex Endl. Hort. Brit. [Sweet], ed. 3. 638. (1839) |
|
Genus |
: |
Dendrobium Sw.Nova Acta Regiae Soc. Sci. Upsal., ser. 2, 6: 82 (1799) |
|
Ephythet |
: |
eruciforme |
|
Synonym |
: |
– |
|
Section |
: |
Microphytanthe Schltr. |
|
Common Names |
: |
Anggrek Ulat |
|
First Published |
: |
Kew Bulletin (2025) 80:745–750 Volume 80, pages 745–750 (13 June 2025) |
|
Authors |
: |
• André Schuiteman • Reza Saputra • Jimmy Frans Wanma • Laura Jennings • Charlie D. Heatubun |
|
Etymology |
: |
eruca (Latin) – ulat/caterpillar formis – bentuk/shaped, mengacu deretan bulb yang seakan-akan bentuknya mirip sekelompok ulat yang berbaris |
|
Ecology & Habitat |
: |
Epifit, pegunungan berlumut pada batang pohon dengan ketinggian relatif rendah, dan juga pada cabang-cabang kanopi Sering kali ditumbuhi sejenis lumut kerak, sehingga bagian yang tertutup tampak keputihan, hal yang wajar untuk anggrek alam (liar) |
|
Elevation |
: |
1.400 m asl |
|
Description |
: |
deskripsi rinci, morfologi, dan informasi lainnya bisa dibaca atau dicari di link-link anggrek ya karena saya belum pernah melihatnya secara langsung. Semoga maklum! |
|
Endemic to |
: |
West Papua Province (Bird’s Head Peninsula: Arfak Mountains), Indonesia |
|
Phenology |
: |
November |
|
Similar Plant (Relatively Close) |
: |
Dendrobium nummularia |
|
|
|
|
Hanya ada 4 spesies dalam sect. Microphytanthe. Semuanya berukuran kecil. Lebih besar dikit dibanding anggrek terkecil di dunia, Dendrobium toressae (F.M.Bailey) Dockrill dari sect. Lichenastrum.
PR Kita Semua Terutama Pemerintah
Seperti biasa, kalau
berhubungan dengan kekayaan alam hayati, ancaman adalah kepunahan akibat krisis
iklim dan kerusakan habitat yang terus terakselerasi.
Kalau dulu, eksploitasi oleh penggemar anggrek dijadikan kambing hitam musnah atau langkanya suatu anggrek, tetapi pada kenyataannya regulasi atau kebijakan pemerintah dalam mengizinkan pelaku-pelaku ekonomi skala raksasa yang menjadi biang kerusakan ekosistem dengan cepat. Maka perbaikan sistem dan juga pengawasan yang ramah lingkungan terhadap para pelaku besar harus segera dilaksanakan supaya grafik perusakan dan kehilangan kekayaan alam hayati bisa diperbaiki, minimal risikonya diperkecil.
Katanya spesies ini cukup adaptif di lingkungan dataran rendah dan sudah ada yang menjualnya, walaupun termasuk Endangered category under Criterion B (IUCN 2012). Mungkin penjual tidak tahu informasi ini atau bisa jadi masih diperbolehkan diperjualbelikan lingkup dalam negeri.
Foto: Kew Bulletin
Komentar
Posting Komentar