Dendrobium Dewi Anjani
اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Beberapa postingan ke depan, insyaAllah, kita akan singgung beberapa karya breeder muda Indonesia yang memakai Dendrobium Black Spider sebagai salah satu indukan (entah pejantan atau betina).
Karakter Dendrobium Black Spider yang gagah dan hitam menarik minat para breeder untuk mencari ‘peluang’ hibrid yang lebih bagus dan lebih wow lagi dari Dendrobium Black Spider. Apakah berhasil? Ya kita lihat nanti.
Warna Dendrobium Black Spider yang gelap sebenarnya sulit untuk dihasilkan. Atau breeder butuh beberapa generasi persilangan hingga bisa dihasilkan warna gelap kehitaman seperti itu. Benar-benar sulit dalam pemilihan induk dan juga harus bersabar menunggu bertahun-tahun bahkan mungkin puluhan tahun untuk didapatkan warna yang tidak biasa (saat itu). G diketahui berapa banyak kegagalannya. Tapi yang jelas ya sudah ada anggrek warna gelap kehitaman dari kelas Dendrobium, Dendrobium Black Spider.
Pertama kita kulik:
Dendrobium Dewi Anjani
Ada yang tahu siapa tuh Dewi Anjani?
Mungkin saja nama seseorang yang diabadikan sebagai nama anggrek hibrid karya dari Arik Firmansyah, 2022.
Tapi awal nama Anjani adalah dari India yang terdapat dalam kitab Mahabarata. Dia didewakan oleh sekte-sekte agama di sana. Bersama anaknya, Anoman, yang juga didewakan.
Di Indonesia, nama Anjani disematkan kata Dewi di depan namanya sebagai penghormatan terhadap keberadaannya yang istimewa.
Gelar Dewi ditujukan bagi individu yang cantik jelita (Dewi Sembadra), atau punya kedudukan istimewa (Dewi Kunthi), atau merupakan salah satu makhluka immortal (dewa-dewi, seperti Dewi Supraba).
Dah BTS namanya kita anggap saja selesai sampai di sini. Selanjutnya mari kita bahas tampilan anggrek hibrid yang merupakan hasil persilangan antara Dendrobium Black Spider x Dendrobium williamsianum.
Jujur, hibrid ini gagal lebih bagus dari Dendrobium Black Spider. Atau menginginkan warna yang lebih wow dibanding Dendrobium Black Spider. Tentang warna, hibrid Dendrobium Dewi Anjani kembali ke setelan pabrik, ungu.
Tapi di sisi lain kian menegaskan/fix, bahwa warna ungu itu memang gen dominan. Bahkan meskipun hanya sedikit secara fenotipe warna ungunya, tapi bisa diwariskan kepada keturunannya. Bahkan turunannya bisa jadi lebih solid atau lebih jelas warna ungunya.
Mayoritas tampilan Dendrobium Dewi Anjani lebih mirip Dendrobium williamsianum. Tetapi dari contoh-contoh spesimen, ada juga yang mewarisi warna Dendrobium Black Spider, yakni kuning.
Nah ada satu kelebihan lagi dari hibrid ini, yakni punya jumlah kuntum banyak, hingga puluhan kuntum.
Apapun penilaian kita, jujur atau tidak, yang jelas Dendrobium Dewi Anjani kian memperkaya khazanah anggrek hibrid Indonesia, sehingga kita sebagai penikmat anggrek juga punya banyak pilihan sesuai selera.
Dari sisi ini, kita harus jujur melihat vibes Dendrobium Dewi Anjani lepas dari induknya, Dendrobium Black Spider. Hasilnya adalah hibrid-hibrid yang unik dan tentunya syantik!
Terus maju anggrek hibrid Indonesia!
Komentar
Posting Komentar