Embun/Jamur Jelaga, G Begitu Bahaya, Tapiii ...
اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Kutu daun umumnya mengeluarkan cairan manis. Salah satu manfaatnya adalah memikat semut untuk mendekat kepada mereka, sehingga mendapatkan perlindungan dari semut terhadap pemangsanya.
Nah cairan ini terbawa semut kemanapun dia berjalan/pergi, sehingga meninggalkan bekas pada area/rute-nya. Lama-kelamaan semakin banyak dan lama-kelamaan pula mengundang fungi untuk berkembangbiak di sana.
Bekas cairan manis yang telah terkontaminasi fungi lama-kelamaan akan tampak hitam atau menghitam. Itulah yang disebut dengan jamur jelaga.
Anggrek yang terkontaminasi jamur jelaga, g melulu kutu daunnya menginfeksi anggrek, tapi bisa dari tanaman/tumbuhan lain. Seperti contoh berikut, jamur jelaga berasal dari kutu yang telah menginfeksi tanaman buah Sirsak, tempat saya menempelkan beberapa anggrek di sana.
Karena dirasa terlalu besar kontaminasinya, beberapa anggrek saya pindahkan ke area/tempat lain.
Sebenarnya jamur jelaga g langsung menginfeksi anggrek ya, tapi mereka menghambat proses fotosintesis dan juga pernafasan anggrek. Jadinya ya pertumbuhan pastilah terhambat. Meski mudah untuk membersihkannya, tapi beberapa spot, seperti tepi daun, ternyata cukup sulit untuk dibersihkan satu kali. Jadi harus berkali-kali. Spot yang sulit seperti pangkal daun yang terlipat-lipat, ya apa boleh buat? Dibiarkan begitu aja. Ya mungkin aja saat disiram pake slang bisa mengikis dikit demi dikit.
Komentar
Posting Komentar