Tahun 2020-an Merupakan Masa Keemasan Hibridisasi Dendrobium Black Spider di Indonesia

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dendrobium hibrid ini pernah viral pada masanya. Termasuk anggrek mahal saat itu karena populasinya masih terbatas. Kini pun juga masih mahal harganya meskipun tidak setinggi sebelumnya. Warnanya yang gelap memang sesuatu. Disukai banyak penggemar anggrek di Indonesia meskipun di luar negeri, warna gelap bukanlah warna favorit.

Ya itulah dia …

Dendrobium Black Spider


Selain mahal, anggrek ini juga terkenal sebagai anggrek mandul. G bisa disilangkan atau jadi indukan. Ya begitulah isunya dulu.

Alasan terkuat adanya desas-desus bisa dilogis, yakni para breeder Indonesia belum menemukan resep formulanya, sehingga susah untuk disilangkan.

Tetapi, kalau kita lihat sekarang di OrchidRoots (RHS) ternyata banyak hibrid-hibrid baru bermunculan dari induk yang sama, Dendrobium Black Spider. Bahkan karya Indonesia mendominasi. Sangat! Bayangkan dari 85 turunan Dendrobium Black Spider, 50 lebih ID merupakan karya breeder Indonesia. Wow fantastis, masyaAllah.!!

Mari kita lihat kronologis berdasarkan tahun agar lebih mudah dipahami perjalanan Dendrobium Black Spider dalam dunia anggrek hibrid sebagai indukan.

1985 – pertama kali Dendrobium Black Spider dirilis by Kwan Sam Hoi dari Singapura.

Bagi Indonesia, warna dari hibrid ini yang gelap hampir hitam merupakan idaman. Tapi populasinya yang masih sedikit dan juga harga yang mahal menjadi penghalang untuk mengoleksinya.

01/01/1987  – muncul 2 silangan pertamanya, ada Dendrobium Jin Wan, Oh Kim Chuan dan Dendrobium Floral Yeng Ling, karya K.C.Lee.

Nah, Singapura saat menjual anggreknya sudah dalam keadaan berbunga, enggak seperti di Indonesia yang masih piyik udah dijualin. Jadi pembeli/peminat ya harus nunggu berbunganya bila menginginkan tapi belum ada stok.

Nah, hibrid pertama ini hanya rentang 2 tahun jaraknya dengan rilisan Dendrobium Black Spide. Betapa hebatnya breeder luar negeri, mampu menyingkat proses persilangan mulai bertemunya seed dan pollen, menyemainya dalam laboratorium sampai memunculkan bunganya. Hebat!

2004 – Dendrobium Nusantara Satu lahir dari tangan kreatif R.Silamurti.

Inilah hibrid pertama dari Dendrobium Black Spider di Indonesia.

Mengapa gap waktunya besar banget, 19 tahun? Ya karena anggrek ini susah didapatkan di Indonesia, harus impor dari Singapore. Tentu mahal harganya. Apalagi populasinya juga sedikit karena di luar negeri trend warna anggrek tidak menyukai warna-warna gelap.

2009 – menyusul Dendrobium Tiger Twist diregister oleh D.G.Hort.Indonesia.

Karya istimewa Wirakusuma Silamurti yang kelak menjadi idaman para pecinta anggrek hibrid di Indonesia. Selisih waktu dengan rilisan pertama juga cukup lumayan jauh, 5 tahun!

2017 - Dendrobium Jaya Srani yang digawangi E.P.Hendra sebagai registrantnya dan diorijin oleh Ariek Firmansyah merupakan hibrid  Dendrobium Black Spider yang lahir dari tangan breeder muda Indonesia.

Cukup lama juga selisihnya dari rilisan Dendrobium Tiger Twist, 8 tahun!

2019 – D.S.Santoso menyusul dengan menelurkan Dendrobium Jaguar

Diakui atau tidak hibrid inilah yang menjadi pemicu masa keemasan hibridisasi Dendrobium Black Spider di Indonesia, karena kemudian baik Dedek sendiri maupun breeder muda lainnya berlomba-lomba menyilangkan Dendrobium Black Spider dengan harapan dapat keluar anakan yang wow gitu.

2020-an – masa keemasan hibridisasi Dendrobium Black Spider di Indonesia

Dedek S. Santoso memegang rekor terbanyak yang menelorkan hibrid-hibrid dari Dendrobium Black Spider. Mulai tahun inilah muncul banyak sekali turunan Dendrobium Black Spider yang telah diregister di RHS.  Jumlahnya ada puluhan. Prestasi yang luar biasa untuk ukuran Indonesia.

Dan hingga kini terus bermunculan breeder-breeder baru dan karya-karya hibrid Dendrobium Black Spider.

Foto: OrchidRoots

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya