Ternyata Koleksi Anggrek Spatulata Belum Pernah Tembus 10 Spesies, Hiksss!!!
اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Siapa sih yang g ingin mendambakan dan punya anggrek-anggrek keriting Papua? Tetapi dengan semakin didambakan oleh pencinta anggrek, semakin berbahaya juga bagi populasinya. Terus berkurang, baik karena eksploitasi oleh orang-orang yang berada di lingkaran dunia anggrek, terutama deforestasi yang dampaknya sangat meluas, hingga rusaknya ekosistem lokal.
Dendrobium discolor – beli bayi, baru 4 minggu dikeluarin dari botol. Ya gpplah, karena pingin ya beli aja. Jumlahnya kalau g 4 ya 6 karena belinya dengan Dendrobium antennatum yang juga sama-sama masih piyik. Dari jumlah itu, entahlah kayaknya dah habis semua karena busuk.
Dendrobium bicaudatum – asal dari Mamasa, Sulawesi. Ada penjual anggrek dari sana yang menawarkan barter anggrek spesies asli Mamasa dengan anggrek hibrid. Bebas IDnya. Alhamdulillah datang 2 rumpun kayaknya bisa beradaptasi dengan baik dan berbunga. Itu awal-awalnya ya. Tapi akhirnya ya habis g bersisa karena busuk juga. Hiks!!!
Dendrobium laxiflorum – mungkin ini IDnya, saya lupa. Jadi, saya dapat hadiah karena ikutan kuis anggrek salah satu teman Fb. Anggrek datang serumpun kecil yang terdiri dari 2 bulb yang sudah lumayan panjang (sekitar 20 cm). Nah di sini sayangnya. Satu bulb luarnya tampak coklat kering, tapi tampak basah juga. Curiga kan jadinya, dibelah lah bulbnya, eh ternyata di dalamnya ada ‘gorong-gorong’ dan telah bercokol di sana satu larva KG, dan satu kepompong. Nah yang satu bulb lagi rupanya terserang busuk batang tapi belum tampak saat itu hingga beberapa hari kemudian sudah separuh bulb diserangnya. Dipotong dan berharap sisanya bulb dapat bertahan. Eh rupanya bulbnya masih terlalu muda jadi g bisa menumbuhkan keiki. Goodbye juga akhirnya, hiks.
Dendrobium leporinum – nih barter sama teman ya. Datang remaja masih dalam soft pot dengan media tipe basah moss coklat dan campuran moss hitam. Rencana dalam beberapa hari ditritmen karena masih dalam masa diangin-anginkan. Eh rupanya penyakit ‘busuk’ udah nyerang dalam sekejap hari saja (belum ada 2 hari). Dan terus cepat serangannya hingga saya g bisa berkutik, hiks.
Dendrobium calophyllum – plantnya naik turun kondisinya sampai sekarang. Jadi meski berharap bisa survive, tapi juga tidak terlalu berharap juga. Dahlah, bisa jadi penyintas ya alhamdulillah, kalau tidak ya bersabar.
Dendrobium capra – dari keadaan saat pertama datang sepertinya berasal dari budidaya bukan dari alam. Gpp. Anggrek yang bisa berbunga di kebun kami. Sayangnya kini hanya tinggal satu bulb yang berdaun, lainnya gundul karena pernah bermasalah dengan medianya yang telah asam (banget).
Dendrobium lineale – beli bibit muda hasil budidaya. Entahlah kemana sudah plantnya. Metong atau masih bertahan? G tahu karena g ada tag name-nya.
Hmm ternyata lumayan juga ya pernah punya anggrek-anggrek spesies seksi Spatulata meski kebanyakan juga hasil pembibitan di laboratorium bukan ambil dari alam.Gpp. Hanya sayangnya ndah banyak yang methong dan yang masih ada g tahu plantnya yang mana karena banyak yang drop. Kita sabar menunggu ya, semoga benar-benar ada yang survive. Aamiin!!
Komentar
Posting Komentar