Kontroversi Dendrobium verninha : 3) Dendrobium Verninha, Terpaksa Terseret dalam Kasus

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Nama Dendrobium Verninha sudah muncul jauh-jauh hari sebelum ditemukannya versi natural hibrid, yakni tahun 1961. Sebuah nama yang merujuk pada anggrek hibrid budidaya dengan induk yang sama dengan versi alamnya, Dendrobium discolor x Dendrobium antennantum. Dari salah link dikatakan Dendrobium antennantum yang dipakai adalah yang berbunga besar atau dulunya sering disebut sebagai Dendrobium albertisii. Sedangkan Dendrobium discolor tidak diketahui form mana yang dipakai.

Bisa jadi salah satu form dan/atau varian dari Dendrobium discolor menjadi induk originalnya:

  • var. broomfieldii (Anggrek Kenari) - Kepulauan Whitsunday, Great Barrier Reef, Australia
  • subsp. discolor (Anggrek Tanduk Emas) - Queensland, Australia
  • var. fimbrilabium, tersebar di Papua, New Guinea, dan Queensland
  • var. fuscum – Queensland
  • subsp. Incurvata – New Guinea dan Queensland
  • var. Tanimbar (belum resmi?), berada di Kepulauan Tanimbar

Di Indonesia sangat sulit bisa beredar di Indonesia meskipun Dendrobium Verninha dibuat oleh salah satu pekebun/breeder di Singapura, McAdam karena namanya memang tidak dikenal sebelumnya. Entah kalau sekarang ya, mungkin sudah masuk di Indonesia atau ada yang membuat ulang.

Hibrid ini barulah kenotif dan kenotis saat ditemukan anggrek Merauke yang diduga sebagai Dendrobium Verninha versi alam.

Walaupun hibrid buatan yang tidak ada hubungannya dengan hibrid alami, tetapi Dendrobium Verninha memang bisa dijadikan pembeda, penjelas, penguat, pendukung, atau pengkonter dari anggrek Merauke.

Keuntungan dari kehadiran Dendrobium Verninha yang lebih dulu, kita bisa mengira-ira seperti apa sosok bunga dari tetapi Dendrobium Verninha versi alaminya.

Kerugian atau kelemahannya, antara versi alami vs buatan, plant bisa (sengaja atau tidak) tercampur dan menjadi ambigu.

Yang jelas, Dendrobium Verninha lebih banyak memiliki variasi pada bunganya karena Dendrobium discolor sendiri memang banyak formnya. Pun Dendrobium antennantum.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya