Kontroversi Dendrobium verninha : 4) Dendrobium verninha, Hibrid Alam

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Di Indonesia, nama Dendrobium verninha memang banyak yang menggunakannya untuk anggrek Merauke. Jadinya mau g mau kita memang harus memberikan perhatian yang lebih. Apalagi dibanding lainnya, nama ini masih tetap dipakai hingga kini. Seenggaknya di Indonesia.

Berikut kronologis penemuan anggrek alam yang kelak dikenal sebagai Dendrobium verninha.

Tanpa Tahun

Sebelumnya telah ditemukan anggrek yang dianggap sebagai cikal-bakal Dendrobium verninha. Saat itu hanya dilabeli Dendrobium antennatum Lindl. x Dendrobium discolor Lindl. Asalnya dari hutan bakau/mangroe area Galley Reach, Port Moresby (PNG).

Sayangnya pada slide yang saya dapatkan tidak terdapat tahunnya.

1985

Ditemukan kembali di Queensland Australia. Dideskripsi dan diilustrasi oleh Lavarack dan Gray pada bukunya hal. 152-153, plate 79. Dikatakan kedua spesimen ini sangat serupa, kecuali pada warna.

Berbeda dengan spesimen pertama, pada spesimen kedua Dendrobium discolor Lindl. berperan sebagai induk betina. Meski begitu, tampilan hibridnya serupa dengan spesimen pertama.

Lavarack dan Gray tidak memberikan nama khusus, hanya menyebutnya Dendrobium discolor Lindl. x Dendrobium antennatum Lindl.

2006

Jones mengunggah foto spesimen Dendrobium antennatum-discolor di OrchidRoots. Asalnya dari Australia. Apakah spesimen ini berkaitan dengan spesimen sebelumnya tidak diketahui informasinya.

2014

Sekitar tahun ini (bisa lebih bisa kurang) para penjual anggrek Indonesia mempublikasikan anggrek temuan mereka yang berasal dari Merauke. Anggrek ini meski belum jelas IDnya, dikenal sebagai Dendrobium verninha.

 

Asal-usul Nama Dendrobium verninha

Berbeda dengan Dendrobium Verninha yang memang sah terarsip karena sudah diregister, nama Dendrobium verninha memang g jelas asal-usul namanya.

Memang Peter O'Byrne mencetuskannya dalam bukunya, Lowland Orchids of PNG, hal 261-263, th. 1994), tapi apakah Peter mengadopsi nama Dendrobium Verninha yang sudah ada? Tidak ada informasi apapun.

Tapi bila kita ingin menduga-duga, secara logika Peter adalah ahli takso, setidaknya ahli anggrek, g mungkin kan kalau g tahu tentang Dendrobium Verninha? Dibanding menyomot nama lain, tentu dia akan memilih mendeskripsikannya sendiri. Dugaan yang paling mendekati pencerahan adalah Peter belum tahu aturan penamaan anggrek-anggrek hibrid yang mana antara versi budidaya dan alami boleh diberikan nama yang berbeda.

Hingga kini pun, nama Dendrobium verninha tidak pernah dinotif oleh banyak ahli taksonomi, termasuk Kew Group. Bahkan IOSPE yang merupakan link anggrek paling welcome pun tidak ada catatannya sama sekali.

Karena nama ini sudah terlalu umum digunakan, terutama di Indonesia, maka kita sepakati saja apapun hibrid alam dari indukan Dendrobium antennatum Lindl. x Dendrobium discolor Lindl. (atau sebaliknya) kita sebut saja Dendrobium verninha.


Tampilan Dendrobium verninha

Untuk Merauke, berdasar sebaran dari Dendrobium discolor maka kemungkinan besar form/varian yang menjadi indukan adalah: Dendrobium discolor var. fimbrilabium, varian yang tersebar di Indonesia, Papua New Guinea, dan Queensland.

Nah versi ini yang kita gunakan sebagai foto tema artikel.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya