Kontroversi Dendrobium verninha : 6)
اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Beberapa
ID alternatif untuk anggrek Merauke telah gugur karena ternyata berbeda.
Perbedaan ini diperkuat dari arsip-arsip yang ada. Jadi tinggal dua nama yang
bertahan. Kebetulan namanya juga sama, Dendrobium
verninha dan Dendrobium Verninha.
Bagaimana membedakannya?
Mari kita coba membedahnya secara de-facto (plant) dan de-jure (arsip).
Membedakan Dendrobium verninha dan Dendrobium Verninha secara de-jure (arsip) sangatlah mudah karena informasinya termasuk detail dan relatif lengkap.
Dendrobium verninha
- Form sedikit. Biasanya juga hanya satu form. Tetapi kalau dihitung dengan yang ditemukan di Papua New Guinea dan Australia bisa jadi lebih dari satu form.
- Merupakan hibrid alam, jadi tidak dibuat secara budidaya. Bila ada yang membuat versi ulangnya, maka label natural hybrid otomatis gugur
- Belum/tidak resmi dideskripsikan secara taksonomi
Dendrobium Verninha
- Dibuat secara budidaya atau campur tangan manusia
- Verninha merupakan hibrid yang diadakan melalui campur tangan manusia (budidaya kultur).
- Form atau varian banyak karena form induk juga ada beberapa, terutama Dendrobium discolor
- Didaftarkan di RHS
- Nama Dendrobium Verninha lebih duluan hadir/ada
- Siapapun (breeder/pekebun) bebas meremake
Sedangkan membedakan Dendrobium verninha dan Dendrobium Verninha secara de-facto (plant) sangatlah sulit, karena keduanya mempunyai induk yang sama.
Nah yang umum beredar di Indonesia adalah versi anggrek alaminya karena Dendrobium Verninha sebelumnya tidak pernah disebut-sebut (ada di pasaran). Namanya baru mencuat saat ditemukan anggrek Merauke yang merupakan versi Dendrobium verninha. Ya memang ada kemungkinan kalau sekarang ada versi budidayanya (remade) ya.
Dan memang sepertinya Dendrobium Verninha ori tidak beredar di Indonesia.
Jadi
memang hanya mengandalkan kejujuran penjual atau pemilik sebelumnya apakah
anggrek yang dimilikinya versi alam atau budidaya. Wallahua’lam!
Komentar
Posting Komentar